bisnis-market

Dampak Skandal Dugaan Pertamax Oplosan, Begini Keluhan Menyayat Hati Guru Honorer di Karawang

Kamis, 27 Februari 2025 | 05:05 WIB
Potret Dirut Pertamina sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi minyak mentah, Riva Siahaan (paling kiri). (Dok. Pertamina Patra Niaga)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah yang menyeret Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, memicu kehebohan di masyarakat.

Riva menjadi satu dari tujuh tersangka dalam skandal yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp193,7 triliun.

Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dalam pengadaan produk kilang, Riva diduga membeli bahan bakar RON 90 (Pertalite) tetapi melaporkannya sebagai RON 92 (Pertamax).

Dugaan praktik oplosan ini memicu keresahan di masyarakat, termasuk di kalangan guru honorer di Karawang.

Sementara itu Adi Suryo (25), seorang guru honorer di SMPN 1 Cilamaya Wetan, Karawang, mengaku terdampak oleh isu ini.

Setiap hari, ia menempuh perjalanan 20 menit dari rumahnya di Cikampek ke sekolah, yang membutuhkan BBM dalam jumlah tidak sedikit.

"Sekarang ada isu Pertamax dioplos, kami yang juga mencari nafkah kena dampaknya," ujar Adi.

Adi mengaku selalu menggunakan Pertamax karena percaya kualitasnya lebih baik dan lebih hemat dalam jangka panjang.

"Saya selalu pakai Pertamax, isi full tank, bisa tahan 3–4 hari," ungkapnya.

Namun, setelah muncul dugaan Pertamax oplosan, ia merasa kecewa.

"Sudah setia pakai Pertamax, malah katanya dioplos juga. Rasanya seperti dikhianati," tambahnya.

Kecurigaan pada Performa Kendaraan

Adi juga mulai curiga terhadap kondisi motornya dalam dua bulan terakhir.

"Mesin motor saya terasa berbeda. Saya sampai ke bengkel untuk periksa, tapi tidak ada masalah besar," tuturnya.

Setelah isu Pertamax oplosan mencuat, kecurigaannya semakin kuat.

Halaman:

Tags

Terkini