bisnis-market

Smart Digital dalam Agribisnis: Strategi Pemasaran Melon

Steve Vantax
Selasa, 26 November 2024 | 20:43 WIB
Budidaya melon yang dikelola Pak Acip, seorang petani transmigran asal Bekasi yang kini menetap di Trans 1 Desa Pangmilang, Singkawang Selatan. Ia menekuni budidaya melon sejak tahun 2015 dengan lahan seluas 1.500 meter persegi, serta menanam 4.000 batang bibit melon menggunakan metode bedengan. (Dokumen Pribadi, 12 November 2024)

Tantangan lainnya adalah persaingan yang semakin ketat dengan masuknya pemain baru dari sektor teknologi.

Startup teknologi agribisnis yang lebih memahami dunia digital sering kali mengungguli pelaku tradisional dalam menjangkau pasar dan menciptakan produk yang inovatif.

Jika tidak beradaptasi, pelaku agribisnis konvensional berisiko kehilangan pangsa pasar mereka. Oleh karena itu, kolaborasi antara pelaku tradisional dan startup teknologi dapat menjadi solusi strategis untuk menciptakan ekosistem agribisnis yang inklusif dan berdaya saing.

Solusi

Untuk menghadapi tantangan transformasi digital, pelaku agribisnis dalam hal ini pak Acip perlu  aktif dalam mengikuti pelatihan digital yang ditujukan bagi petani dan pengusaha agribisnis.

Pelatihan ini dapat membantu meningkatkan literasi teknologi, seperti penggunaan aplikasi pertanian, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah dan startup teknologi agribisnis sangat penting untuk memperluas akses digital, misalnya melalui penyediaan jaringan internet di pedesaan atau pengembangan aplikasi yang ramah pengguna.

Bagi pelaku usaha dengan anggaran terbatas, memulai pemasaran digital bisa dilakukan dengan langkah sederhana, seperti memanfaatkan media sosial untuk promosi, membuat konten menarik, atau menjalin kerja sama dengan influencer lokal untuk meningkatkan visibilitas produk.

Langkah-langkah ini, meski sederhana, dapat memberikan dampak besar dalam menjangkau pasar yang lebih luas dan membangun kepercayaan konsumen.

Kesimpulan

Melalui digitalisasi pemasaran, pendapatan pak Acip dapat meningkat.

Melon dan semangka yang awalnya hanya dijual di pasar tradisional kini menjangkau pembeli dari berbagai kota besar di Kalimantan barat.

Selain itu, pemanfaatan digital marketing dalam agribisnis mereka menjadi inspirasi bagi petani lain untuk mengadopsi teknologi digital dalam pemasaran. *** 

* Penulis adalah seorang wanita karir yang berdedikasi, berprofesi sebagai Marketing Banker dengan pengalaman membangun hubungan bisnis yang strategis. Saat ini, sedang menempuh pendidikan Magister Agribisnis di Universitas Tanjungpura, memadukan wawasan akademik dengan pengalaman praktis untuk mendukung perkembangan sektor agribisnis dan keuangan. Berkomitmen untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik dalam setiap peran yang dijalani.

Halaman:

Tags

Terkini