Di era digital, teknologi menjadi tulang punggung kemajuan di berbagai sektor, termasuk agribisnis.
Transformasi digital membuka peluang besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar.
Kisah inspiratif datang dari Pak Acip dan putranya, Apon, yang sukses mengelola budidaya melon dan semangka di Singkawang. Mereka memanfaatkan teknologi yang memungkinkan proses pemasaran lebih efisien.
Pak Acip, seorang petani transmigran asal Bekasi yang kini menetap di Trans 1 Desa Pangmilang, Singkawang Selatan, telah menekuni budidaya melon sejak tahun 2015.
Lahan seluas 1.500 meter persegi, ia menanam 4.000 batang bibit melon menggunakan metode bedengan.
Varietas unggulan seperti honeydew dan Golden (Inasih dan New Kinanti) dipilih karena cocok dengan kondisi tanah dan iklim Singkawang serta memiliki daya tahan terhadap penyakit dan permintaan pasar yang tinggi.
Hasil panennya mencapai 1 hingga 3 ton per musim, menunjukkan produktivitas yang luar biasa dari teknik pertanian yang diterapkannya.
Pemasaran, Pak Acip memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Sistem pemasaran online yang ia gunakan membantu mendobrak batasan pasar tradisional, dan ia berharap mendapat dukungan pemerintah agar mampu menembus pasar ekspor.
Kombinasi teknik pertanian modern, pengolahan lahan yang terencana, dan inovasi pemasaran digital, Pak Acip dan anaknya, Apon, tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga menciptakan peluang baru di sektor agribisnis Singkawang.
Strategi Pemasaran Modern Berbasis Transformasi Digital
Untuk memanfaatkan peluang transformasi digital dalam agribisnis, pelaku usaha perlu mengembangkan strategi pemasaran modern yang adaptif terhadap dinamika teknologi.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:
⒈ Penentuan Segmentasi Pasar
Sebagai petani buah melon, pak acip sudah menentukan target pasar yang sesuai dengan produknya. Dengan mengidentifikasi segmen pasar berdasarkan karakteristik geografis, demografis, psikografis, dan perilaku konsumen, pelaku usaha agribisnis dapat memahami preferensi, kebutuhan, dan pola konsumsi konsumen secara lebih spesifik.