Stok Susu Sapi Dalam Negeri Kurang, Indonesia Jajaki Datangkan dari Belanda

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Kamis, 27 April 2023 | 17:40 WIB
Ilustrasi: Indonesia berharap pengolahan susu sapi segar lebih maju lagi setelah menjalin kerjasama dengan Belanda (Sumber foto: Pixabay)
Ilustrasi: Indonesia berharap pengolahan susu sapi segar lebih maju lagi setelah menjalin kerjasama dengan Belanda (Sumber foto: Pixabay)

PONTIANAKGLOBE -- Indonesia sedang menjajaki pembelian bahan baku susu segar dari Belanda untuk menambah pasokan industri olahan sapi domestik.

Hal itu terungkap dalam kunjungan antara Kementerian Perindustrian ke Kementerian Pertanian, Alam dan Kualitas Makanan Belanda.

Selain itu, Pemerintah Indonesia mengunjungi Organisasi Pertanian dan Hortikultura di Belanda (Land-en Tuinbouw Organisatie Nederland/LTO), perusahan Friesland Campina NV., dan beberapa petani sapi perah binaan Friesland Campina di daerah Makingga dan Warder, Belanda baru-baru ini.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika mengatakan Indonesia saat ini mengalami kekurangan bahan baku susu segar sebesar 80%.

"Terdapat keinginan beberapa perusahaan besar pengolahan susu di Indonesia yang ingin membeli sapi perah asli dari Belanda (Holstein), dengan total sebanyak 8.000-16.000 ekor," kata Putu Juli Ardika dilansir dari laman Kemenperin dikutip Pontianak Globe, Kamis (27 April 2023).

Dia menjelaskan pengembangan industri olahan susu dalam negeri masuk dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 dan peta jalan Making Indonesia 4.0.

Sehingga, lanjut Putu Juli Ardika, membutuhkan perlakuan serius agar kebutuhan dalam negeri susu segar sebagai bahan baku terpenuhi, salah satunya bekerja sama dengan Belanda.

Saat di Belanda juga, Pemerintah Indonesia mengunjungi pabrik pengolahan susu Friesland Campina di Leeuwarden.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Sumber: Kemenperin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X