PONTIANAKGLOBE -- Bank Indonesia mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Kalimantan barat mengalami pertumbuhan pada kuartal IV/2022 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Perlambatan DPK di Kalbar terpengaruh oleh suku bunga SBN yang lebih menarik dibandingkan suku bunga simpanan seiring peningkatan yield US treasury sebagai respon atas kenaikan Fed Fund Rate (FFR).
Realisasi DPK perbankan, berdasarkan perekonomian daerah Bank Indonesia, sebesar Rp74,04 triliun atau tumbuh 3,08% year on year (y-o-y) atau tumbuh melambat 6,38% (y-o-y).
Adapun rincian DPK mencakup tabungan tumbuh melambat 8,86% menjadi 4,57% (y-o-y), giro tumbuh melambat juga dari 15,86% menjadi 3,70% (y-o-y). Sementara deposito turun minus 1,69% menjadi minus 0,54% (y-o-y).
Bank Indonesia menyebutkan DPK perbankan Kalbar senilai Rp74,04 triliun meliputi DPK rupiah sebanyak Rp71,89 triliun sebesar atau sebesar 97,09% dan valuta asing sebesar 2,91% atau Rp2,15 triliun.
Penghimpunan DPK di Kalbar masih dominan oleh DPK konvensional sebesar 93,45% dari total DPK sebesar Rp69,20 triliun. Adapun DPK perbankan syariah sebesar Rp4,95 triliun dari total DPK.
"Hal ini menunjukkan porsi pembiayaan syariah di Kalbar terus meningkat dari waktu ke waktu. Perkembangan pembiyaan syariah didorong oleh peningkatan kegiatan ekonomi syariah sesuai dengan visi RPJMD Kalbar," kata Bank Indonesia dikutip Pontianak Globe, Jumat (24 Maret 2023).
Dari aspek kepemilikan DPK didominasi oleh segmen perseorangan sebesar 74,67%, dan sisanya swasta sebesar 18,68%.
Artikel Terkait
BRI Microfinance Outlook 2023: Inklusi Keuangan Nasabah Dominan Tabungan. Berkat Kehadiran AgenBRILink
Pemerintah dan Bank Indonesia Sepakati Lima Langkah Strategis Jaga Inflasi 2023. Berikut Poin Pentingnya
Bank Indonesia dan Pemprov Jatim Punya Tiga Strategi Unggulan Atasi Inflasi, Yuk Kalbar Lirik Nih