PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Publik tengah ramai membicarakan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produksi kilang PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, menyebut Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, sebagai tersangka karena diduga menyelewengkan pembelian spesifikasi minyak.
Baca Juga: Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’ Viral di Medsos, Jusuf Kalla Beri Pujian, Jepang Buka Peluang bagi TKI
Riva diduga membeli RON 90 (Pertalite) tetapi mengklaim sebagai RON 92 (Pertamax) setelah dilakukan blending di storage atau depo, praktik yang dilarang dalam regulasi.
Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI), Mufti Mubarok, mendesak pengusutan tuntas kasus ini dan meminta Pertamina lebih transparan terkait kualitas BBM yang dijual.
Seiring dengan polemik ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut memberikan tanggapan tegas.
Ia menyoroti tiga hal utama, termasuk usulan proyek penyimpanan BBM kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Baca Juga: Carmen Resmi Debut dengan Hearts2Hearts, Jadi Idol KPop SM Entertainment Pertama dari Indonesia
1. Kepastian Spesifikasi BBM untuk Publik
Bahlil menegaskan bahwa pihaknya akan membentuk tim guna memastikan spesifikasi BBM yang beredar di masyarakat sesuai dengan standar yang ditetapkan.
"Kami akan menyusun tim dengan baik untuk memberikan kepastian agar masyarakat membeli minyak berdasarkan spesifikasi dan harganya," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, Bahlil juga menyoroti izin impor BBM, yang kini hanya diberikan untuk enam bulan guna memungkinkan evaluasi berkala setiap tiga bulan.
2. Mendorong Pengolahan Minyak Mentah di Dalam Negeri
Bahlil menegaskan bahwa ekspor minyak mentah akan dikurangi agar dapat diolah di dalam negeri.
"Nanti yang bagus, kami suruh blending. Yang tadinya tidak bisa diolah di dalam negeri, sekarang harus bisa diolah di dalam negeri," katanya.
Artikel Terkait
Fatwa MUI Serukan Boikot Produk Israel, Begini Dampaknya Bagi Investasi Menurut Bahlil Lahadalia
FOKUSMAKER Dukung Bahlil Lahadalia sebagai Calon Ketua Umum Golkar: Sosok Tepat untuk Pimpin Partai
Bahlil Tunjuk Tiga 'Srikandi Parlemen' dalam Pengurus Inti Golkar 2024-2029, Berikut Susunan Pengurus
Sutarmidji-Didi Haryono Amankan Dukungan Golkar dan 6 Partai Lain untuk Pilgub Kalbar, Begini Respon Bahlil Lahadalia
Pembatasan BBM Subsidi Batal 1 Oktober, Kapan Kebijakan Akan Berlaku? Simak Penjelasan Monohok Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Harga LPG 3 Kg Rp19.000 Sudah Mahal, Ini Aturan Barunya