3 Kontroversi Mr Bert soal Sistem Keamanan Bank, Klaim vs Fakta dari Pakar IT hingga Menkomdigi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 28 Desember 2024 | 05:05 WIB
Tudingan dari Selebgram Mr Bert soal ransomware di Bank BRI. (Instagram @realmrbert)
Tudingan dari Selebgram Mr Bert soal ransomware di Bank BRI. (Instagram @realmrbert)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Belakangan ini, isu keamanan data kembali menjadi sorotan setelah selebgram Mr Bert membuat sejumlah klaim kontroversial terkait dugaan serangan ransomware dan kebocoran data pada sektor perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Namun, berbagai pernyataan tersebut akhirnya ditepis oleh pakar IT dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi).

Baca Juga: Kena Semprot Netizen! Penyebar Video Hoaks Uang Palsu ATM BRI di Sulsel Minta Maaf ke Publik

Melalui akun Instagram pribadinya @realmrbert, Mr Bert mengklaim bahwa BRI menjadi korban serangan Bashe Ransomware.

Dalam unggahannya pada 19 Desember 2024, ia bahkan mengaku telah membawa data berisi ribuan password internal BRI.

"Bank BRI sudah kena ransom, sudah saya peringatkan dari satu tahun yang lalu," ujar Mr Bert.

Ia juga menyebut data tersebut sebagai bukti bahwa sistem keamanan BRI telah disusupi.

Namun, klaim ini segera menjadi perdebatan setelah pakar keamanan siber dan pemerintah memberikan penjelasan berbeda.

Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru? Ini Jadwal Operasional Terbatas BRI

Pakar IT Teguh Aprianto: Data yang Dirilis Tidak Valid

Pakar keamanan siber dan pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, meragukan klaim ransomware tersebut sejak awal.

Menurutnya, data yang dirilis oleh kelompok Bashe Ransomware tidak memiliki validitas.

"Setelah tenggat waktu penebusan habis, datanya dirilis. Ternyata hanya file excel dengan 100 baris data yang sudah pernah beredar di Scribd dan PDFCoffee," kata Teguh melalui akun X @secgron, pada 25 Desember 2024.

Teguh bahkan menyebut kelompok Bashe sebagai "ransomware terkocak sepanjang masa" karena datanya tidak relevan dan tidak membahayakan operasional BRI.

Hingga kini, nasabah BRI tetap dapat mengakses layanan perbankan seperti biasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X