Berkat usaha keras dan semangat dari Pelatih Giuseppe Viani, Roma berhasil memperoleh promosi langsung kembali ke Serie A.
Setelah kembali ke Serie A, AS Roma berhasil memperkokoh posisinya sebagai salah satu klub papan atas.
Mereka memiliki pemain-pemain seperti Egisto Pandolfini, Dino Da Costa, dan Dane Helge Bronee yang membantu memperkuat tim.
Meskipun Roma tidak berhasil masuk ke empat besar dalam beberapa dekade berikutnya, mereka meraih beberapa trofi.
Prestasi terkemuka mereka di tingkat Eropa adalah kemenangan dalam Piala Inter-Cities Fairs pada musim 1960-1961, ketika Roma mengalahkan Birmingham City dengan skor 4-2 dalam pertandingan final.
Beberapa tahun kemudian, Roma juga memenangkan Coppa Italia untuk pertama kalinya pada musim 1963-1964, dengan mengalahkan Torino dengan skor 1-0.
Namun, pada musim 1964-1965, Roma mengalami titik terendah dalam sejarah klub.
Manajer Juan Carlos Lorenzo mengumumkan bahwa klub tidak mampu membayar gaji pemain dan bahkan tidak bisa membiayai perjalanan tim untuk pertandingan selanjutnya di Vicenza.
Namun, para pendukung yang fanatik berjuang keras untuk klub mereka dengan menggalang dana di Teater Sistina.
Berkat upaya mereka, klub berhasil menghindari kebangkrutan, dan seorang presiden baru, Franco Evangelisti, terpilih untuk memimpin AS Roma.
Pada musim 1968-1969, AS Roma meraih gelar Coppa Italia yang kedua dalam sejarah mereka.
Giacomo Losi mencatatkan rekor penampilan terbanyak di AS Roma selama tahun 1969, dengan total 450 penampilan di semua kompetisi.
Rekor tersebut tetap bertahan selama 38 tahun.
Menang di Berbagai Kompetisi
Artikel Terkait
Inilah 10 Pelatih sepak Bola dengan Gaji Fanatastis di Dunia. Salfok dengan Gaji Jose Mourinho
Jose Mourinho Lempar Medali ke Penonton, Erick Thohir Kalau Pemain Indonesia Tidak Dipakai Lagi
Gol Tunggal Thuram Bawa Inter Milan Menang atas AS Roma
Hasil AS Roma vs Lecce di Liga Italia 2023-2024: Serigala Roma Menang Dramatis 2-1 Berkat Romelu Lukaku
Hasil AS Roma vs Lecce 2-1 Berakhir Menang Dramatis, Komentar Jose Mourinho Puji Lukaku dan Wladimiro Falcone