Roma berhasil menambah satu trofi lagi ke dalam koleksi mereka pada tahun 1972, dengan kemenangan telak 3-1 atas Blackpool dalam Piala Anglo-Italia.
Prestasi terbaik AS Roma selama dekade 1970-an adalah mencapai tempat terbaik pada musim 1974-75.
Beberapa pemain unggulan selama periode ini antara lain gelandang Giancarlo De Sisti dan Francesco Rocca.
Era baru kesuksesan dalam sejarah sepak bola AS Roma berlanjut dengan kemenangan Coppa Italia, di mana mereka mengalahkan Torino dalam drama adu penalti untuk memenangkan Piala pada musim 1979-80.
AS Roma berhasil mencapai posisi puncak dalam klasemen Serie A, sesuatu yang belum mereka raih sejak tahun 1940-an.
Nils Liedholm, mantan pemain AC Milan, memimpin tim sebagai pelatih pada saat itu.
Pemain-pemain seperti Bruno Conti, Agostino Di Bartolomei, Roberto Pruzzo, dan Falcao memberikan kontribusi besar dalam keberhasilan tim.
Pada musim 1982-83, AS Roma meraih Scudetto kedua mereka, mengakhiri penantian selama 41 tahun untuk meraih gelar Serie A.
Musim berikutnya, Roma finis sebagai runner-up Serie A dan meraih gelar Coppa Italia.
Mereka juga mencapai final Piala Eropa pada akhir 1984, di mana pertandingan berakhir imbang 1-1 dengan gol dari Pruzzo.
Namun, Roma akhirnya kalah dalam adu penalti. Kesuksesan terus mengalir untuk Roma pada tahun 1980-an.
Mereka berhasil menjadi runner-up Serie A di musim 1985-86 dan meraih kembali Coppa Italia dengan mengalahkan Sampdoria 3-2.
Masuk ke era 1990-an, mencuatlah nama striker berbakat, Francesco Totti, yang akan menjadi punggawa penting tim ini sebagai kapten dan ikon klub.
Roma dan Fransesco Totti
Artikel Terkait
Inilah 10 Pelatih sepak Bola dengan Gaji Fanatastis di Dunia. Salfok dengan Gaji Jose Mourinho
Jose Mourinho Lempar Medali ke Penonton, Erick Thohir Kalau Pemain Indonesia Tidak Dipakai Lagi
Gol Tunggal Thuram Bawa Inter Milan Menang atas AS Roma
Hasil AS Roma vs Lecce di Liga Italia 2023-2024: Serigala Roma Menang Dramatis 2-1 Berkat Romelu Lukaku
Hasil AS Roma vs Lecce 2-1 Berakhir Menang Dramatis, Komentar Jose Mourinho Puji Lukaku dan Wladimiro Falcone