Kisah Mangga Arumanis dari Indonesia untuk Paus Benediktus XVI

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 3 Januari 2023 | 00:19 WIB
Romo Markus Solo Kewuta SVD saat bertemu dan mencium tangan Paus Benedictus XVI di Vatikan, pada 2012 silam. (Koleksi pribadi Romo Markus Solo Kewuta SVD )
Romo Markus Solo Kewuta SVD saat bertemu dan mencium tangan Paus Benedictus XVI di Vatikan, pada 2012 silam. (Koleksi pribadi Romo Markus Solo Kewuta SVD )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Paus Emeritus Benediktus XVI tutup usia. Vatikan dan seluruh umat Katolik dunia, berkabung.

Paus yang bernama lengkap Joseph Aloisius Ratzinger asal Jerman itu meninggal di usia 95 tahun, di biara Mater Ecclesiae di dalam taman Vatikan, yang merupakan rumahnya selama satu dekade terakhir.

Lalu bagaimana sosok Paus Emeritus Benediktus dimata Pejabat Vatikan asal Indonesia, Pater Markus Solo Kewuta?

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan pada banyak sumber, Pater Markus Solo Kewuta, mengatakan dirinya mempunyai kenagan yang sangat dalam bersama Paus Benediktus.

Perjumpaan Pater Markus Solo dengan Paus Benediktus XVI itu pertama kalinya pada saat dirinya berada di Kota Wina, Austria. 

"Kenangan saya sendiri dengan Paus Benediktus, sangat banyak dan sangat dalam sekali dan tidak akan saya lupakan. Jadi pada saat itu, beliau (Paus Benediktus) memanggil saya, waktu itu saya masih di Kota Wina, Austria, dan Paus Benediktus lah yang memanggil saya untuk bekerja di Vatikan." kata Pater Markus Solo Kewuta, Senin 2 Januari 2023 saat dikonfirmasi wartawan.

Pater Markus menerangkan, pertemuan pertamanya dengan Paus Benediktus saat itu menggunakan bahasa Jerman.

Saat itu, kata Pater Markus, Paus Benediktus sangat mengagumi kelancaran bahasa Jerman Pater Markus.

"Sebagai orang yang berbahasa Jerman waktu itu, saya pertama kali bertemu beliau (Paus Benediktus) dengan bahasa Jerman dan beliau mengagumi bahasa Jerman saya dan sejak itu kita merasa dekat satu sama lain. Bahkan ketika ada kunjungan, kakak saya yang sulung dari Indonesia pun, seorang pastor juga, Paus Benediktus juga menerima kami berdua di kediamannya," terang Pater Markus.

Selain itu, Pater Markus juga menceritakan bahwa, sosok Paus Benediktus XVI juga selain menguasai doktrin dan ajaran Katolik, Paus Benediktus juga sangat baik dan dari segi kemanusiaan, sangatlah humbel (rendah hati) dan bermental sangat sederhana.

"Beliau ini saya kagumi sebagai Paus, karena menguasai doktrin dan ajaran Katolik yang sangat baik dan dari segi kemanusiaan, beliau (Paus Benediktus) itu adalah seorang yang sangat humble (rendah hati) dan bermental sangat sederhana, dan sangat dekat dengan orang, itu yang sangat saya kagumi pada beliau." katanya.

Pertemuan pertama kali antara Romo Markus Solo Kewuta SVD dan Paus Benedictus XVI tahun 2008 di Vatikan.
Pertemuan pertama kali antara Romo Markus Solo Kewuta SVD dan Paus Benedictus XVI tahun 2008 di Vatikan. (Koleksi pribadi Romo Markus Solo Kewuta SVD )
 

Mengutus Kardinal Jean-Louis Tauran ke Indonesia

Lebih jauh, Pater Markus mengatakan, pada tahun 2009, empat tahun setelah terpilih menjadi seorang Paus, Paus Benediktus XVI mengutus Dewan Dialog Antaragama, Kardinal Jean-Louis Tauran untuk datang ke Indonesia, dan kedatangannya disambut dengan baik dan bagus.

Sepulangnya dari Indonesia, Pater Markus bercerita bahwa, dirinya dan Kardinal Jean-Louis Tauran dibekali buah aromanis, untuk diberikan kepada Paus Benediktus XVI di Vatikan. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X