"Seluruh rangkaian acara telah diatur dari Ciganjur, termasuk pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah kebangsaan oleh Ibu Shinta, hingga kumandang adzan Magrib yang menjadi penanda berbuka puasa bersama," pungkas Romo Aloys Budi.
Dengan semangat kebersamaan yang terjalin di acara ini, KWI dan seluruh tamu yang hadir menunjukkan bahwa persatuan dan toleransi antar umat beragama bukan hanya sekadar wacana, tetapi sebuah realitas yang terus diperjuangkan. ***