"Seluruh rangkaian acara telah diatur dari Ciganjur, termasuk pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah kebangsaan oleh Ibu Shinta, hingga kumandang adzan Magrib yang menjadi penanda berbuka puasa bersama," pungkas Romo Aloys Budi.
Dengan semangat kebersamaan yang terjalin di acara ini, KWI dan seluruh tamu yang hadir menunjukkan bahwa persatuan dan toleransi antar umat beragama bukan hanya sekadar wacana, tetapi sebuah realitas yang terus diperjuangkan. ***
Artikel Terkait
Terkait Rencana Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, Sekretaris Eksekutif KWI: Kita Menunggu Pengumuman Resmi
Menag Yaqut Cholil Qoumas Umumkan Paus Fransiskus Kunjungan ke Indonesia pada September, Bekerjasama dengan KWI Bentuk Panitia
KWI Dukung Penuh Pembentukan Sekolah Menengah Katolik Negeri oleh Kemenag
Kardinal Suharyo: KWI Tak Akan Urus Tambang, Fokus Pelayanan Umat
2 Organisasi Kristen, KWI dan PGI Sepakat Tidak Akan Ajukan Izin Usaha Tambang
KWI Lawan Tawaran Tambang: Mengapa Kesejahteraan Bersama Lebih Penting?