PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Acara Buka Puasa Bersama yang digelar oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) pada Selasa, 25 Maret 2025 menjadi momen bersejarah.
Untuk pertama kalinya dalam seabad, adzan Magrib berkumandang di kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Baca Juga: Umat Paroki Lely Malang Bagikan 623 Paket Sembako kepada Anak Jalanan
Acara ini juga dihadiri oleh Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, yang dikenal dengan komitmennya dalam mempererat persaudaraan lintas agama di Indonesia.
"Setelah seabad, baru kali ini Buka Puasa Bersama digelar di Kantor KWI dengan kumandang adzan Magrib. Ini bukan sekadar teori harmoni, tetapi praksis dialog dalam kebenaran dan kasih, sebagaimana diajarkan Gereja Katolik," ujar Romo Aloys Budi Purnomo, Pr., Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI.
Acara ini diselenggarakan atas kerja sama Komisi HAK KWI dengan Pemuda Katolik serta berbagai organisasi lintasagama.
Hadir dalam acara tersebut Ignatius Kardinal Suharyo (Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta) dan Mgr. Christophorus Tri Harsono (Ketua Komisi HAK KWI sekaligus Uskup Keuskupan Purwokerto).
Menurut Romo Aloys Budi, sosok Hj. Shinta Nuriyah telah lama dikenal karena dedikasinya dalam menyapa berbagai lapisan masyarakat melalui program Sahur Keliling.
Dengan kursi roda yang setia menemani, ia tetap aktif menyebarkan pesan perdamaian dan kebersamaan lintas agama.
"Ibu Shinta adalah sosok Ibu Bangsa yang terus merajut kebersamaan tanpa diskriminasi. Kehadirannya di KWI merupakan suatu kehormatan dan berkah bagi kami," tambahnya.
Buka Puasa yang Penuh Makna
Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPR RI, perwakilan Forkopimda DKI Jakarta, dan para tokoh lintasagama, termasuk dari GP Ansor, Peradah, GAMKI, Gemaku, dan Pemuda Muhammadiyah.
Bahkan, sejumlah anggota Banser beserta Kasatkornas Banser juga hadir untuk menyemarakkan acara ini.
Suasana semakin khidmat dengan lantunan sholawat Hadroh dari kelompok asuhan Lukmanul Hakim, tarian Sufi yang dibawakan oleh Rahma dari Semarang, serta penampilan trio penyanyi putri Calista, Alena, dan Niceta (CAN) yang membawakan lagu-lagu bernuansa kebangsaan dan persaudaraan.