religi

Umat Paroki Lely Malang Bagikan 623 Paket Sembako kepada Anak Jalanan

Kamis, 27 Maret 2025 | 19:34 WIB
Tampak Umat Katolik Paroki Maria Diangkat ke Surga, Jl Bunga Lely 17, Malang, mengadakan aksi berbagi sembako bagi anak-anak jalanan yang diasuh oleh Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT). (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, MALANG -- Menjelang perayaan Lebaran, umat Katolik Paroki Maria Diangkat ke Surga, Jl Bunga Lely 17, Malang, mengadakan aksi berbagi sembako bagi anak-anak jalanan yang diasuh oleh Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT).

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 26 Maret 2025 di sejumlah wilayah, termasuk Sukun, Jagalan, Gadang, Muharto, dan Kampung Topeng.

Baca Juga: Seri Oppo Find X8s Muncul di Geekbench, Konfirmasi Chipset Dimensity 9400 Plus, Kapan Hadir di Indonesia?

“Inisiatif ini terwujud berkat partisipasi umat Katolik Gereja Maria Diangkat ke Surga, para donatur, serta dukungan dari JKJT. Sebanyak 623 paket sembako telah dibagikan kepada mereka yang sangat membutuhkan, khususnya anak-anak jalanan. Setiap paket berisi 3 kg beras dan 4 bungkus mi instan,” ujar Rm Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr, inisiator kegiatan ini.

Rm Fajar menceritakan bahwa aksi berbagi ini berawal sekitar 20 hari sebelumnya.

Saat itu, ia mendengar curahan hati anak-anak jalanan kepada Agustinus Teja Bawana, atau yang akrab disapa Ayah Teja, ketua JKJT.

Mereka bertanya apakah "ayah Romo" (panggilan mereka untuk Rm Fajar) bersedia membantu mereka di tengah kondisi ekonomi sulit dan ketiadaan THR.

Menanggapi permintaan itu, Rm Fajar berinisiatif mengetuk hati umatnya di dua gereja yang berada dalam wilayah Paroki Maria Diangkat ke Surga.

Dalam khotbahnya saat memimpin misa, ia mengajak umat untuk merefleksikan makna berbagi, terutama dalam rangka memperoleh indulgensi penuh di tahun Yubileum.

Baca Juga: Kaesang Bocorkan Rencana Pertemuan Anak-anak Presiden RI, Puan Maharani Sebut Tidak Ada yang Tidak Mungkin

“Saya bertanya kepada umat, 'Saat berziarah, apakah lebih banyak fokus pada doa atau rekreasi?' Umat menjawab lebih banyak rekreasinya,” ungkap Rm Fajar.

Ia kemudian mengingatkan bahwa untuk mendapatkan indulgensi penuh di tahun Yubileum, umat harus memenuhi empat syarat, yaitu (1) pengakuan dosa, (2) menerima Ekaristi dan komuni, (3) mendoakan intensi Paus setelah misa, serta (4) melakukan perbuatan baik.

“Setelah itu, saya menceritakan tentang anak-anak jalanan yang berharap mendapat bantuan dari gereja. Umat pun setuju untuk berbagi. Maka, kami mengadakan kolekte ke-3 di luar kolekte rutin, agar tidak terkait dengan administrasi gereja,” jelasnya.

Dari kolekte yang dilakukan dalam tiga misa di dua gereja, terkumpul dana sekitar Rp22 juta.

Dana ini digunakan untuk membeli 2,3 ton beras dan mi instan, sehingga diperoleh 623 paket sembako.

Halaman:

Tags

Terkini