Siapa 26 Martir Katolik Jepang? Begini Sejarah, Pengorbanan, dan Kanonisasi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 14 Maret 2025 | 21:02 WIB
Potret Monumen 26 Martir Jepang di Nagasaki. (katakombe.org)
Potret Monumen 26 Martir Jepang di Nagasaki. (katakombe.org)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Para Martir Jepang I, yang dikenal sebagai 26 Martir Jepang atau 26 Martir Nagasaki, adalah sekelompok umat Katolik yang wafat sebagai martir pada tahun 1597.

Mereka dikanonisasi oleh Paus Pius IX pada tahun 1862.

Baca Juga: Paus Fransiskus Mengangkat Pater Bernardus Bofitwos Baru OSA, sebagai Uskup Timika, Begini Profil-nya

Lima tahun kemudian, Paus yang sama juga membeatifikasi kelompok kedua, yang disebut 205 Martir Jepang, yang gugur dalam nama Kristus antara tahun 1598-1632.

Kehadiran iman Kristiani di Jepang berawal dari misi St Fransiskus Xaverius pada tahun 1549.

Banyak penduduk yang menerima Sabda Tuhan dan dibaptis olehnya.

Meskipun Santo Fransiskus Xaverius kemudian melanjutkan perjalanan dan wafat di dekat pantai Tiongkok, ajarannya tetap berakar kuat di Jepang.

Pada tahun 1587, jumlah umat Katolik di Jepang telah mencapai lebih dari 200.000 jiwa, dan para misionaris dari berbagai ordo religius aktif berkarya di negeri para samurai.

Namun, pada tahun 1597, Hideyoshi, seorang penguasa Jepang yang sangat berpengaruh, menerima hasutan dari seorang pedagang Spanyol yang menuduh para misionaris sebagai pengkhianat yang dapat membawa Jepang ke dalam kendali Spanyol dan Portugis.

Meskipun tuduhan itu tidak berdasar, Hideyoshi merespons dengan kejam dan menangkap 26 orang yang dianggap sebagai ancaman.

Kelompok ini terdiri dari enam biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko, dan India; tiga katekis Yesuit Jepang; serta 17 umat Katolik awam Jepang, termasuk beberapa anak-anak.

Baca Juga: Terbaru Info dari Vatikan! Kondisi Paus Fransiskus Usai Dua Kali Krisis Pernapasan

Perjalanan Menuju Kemartiran

Pada 5 Februari 1597, para martir ini dibawa ke luar kota Nagasaki untuk dieksekusi.

Mereka diarak dalam keadaan terikat, menjadi tontonan bagi masyarakat agar menjadi peringatan bagi umat Kristiani lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: katakombe.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X