Pembagian Sembako Berjalan Lancar
Acara pembagian sembako pada Rabu, 26 Maret, berlangsung lancar tanpa hambatan.
Kegiatan ini didukung oleh para suster aspiran dari ALMA dan Ursulin, serta ibu-ibu Wanita Katolik (WK).
Sementara anak-anak jalanan tetap tertib di bawah koordinasi JKJT.
Lebih dari sekadar aksi berbagi, kegiatan ini juga menjadi momen reuni kecil bagi Rm Fajar dengan anak-anak jalanan yang selama ini sering berinteraksi dengannya.
“Bantuan ini tepat sasaran, karena mereka benar-benar membutuhkan dan tidak tersentuh bantuan pemerintah. Nanti, pada H+2 Lebaran, mereka biasanya datang ke kami untuk halal bihalal,” imbuhnya.
Selain itu, aksi sosial ini juga bertujuan melatih kepedulian umat serta menjadi sarana kesaksian bagi para suster.
“Saya meminta para suster mengenakan seragam mereka, dan saya sendiri tetap mengenakan jubah meski cuaca sangat panas. Sebab, jubah adalah simbol kesaksian,” kata Rm Fajar.
Di akhir pernyataannya, Rm Fajar menegaskan bahwa kemanusiaan melampaui batas perbedaan.
“Tidak peduli agama, usia, atau latar belakang mereka—baik pria, wanita, maupun waria—kita semua sama. Hari itu, kami tertawa bersama dan saling berpelukan, tanpa sekat-sekat perbedaan,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Insiden Penikaman Pastor di Singapura, Apa yang Terjadi di Gereja Katolik Bukit Timah?
Perjalanan Credit Union di Indonesia, Dari Inisiatif Gereja Katolik hingga Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Kasus Penolakan Ibadah di Arcamanik, Pemuda Katolik Desak Evaluasi Kinerja Pembimas Katolik Jabar
PMKRI Bandung Kecam Pembatasan Ibadah Umat Katolik di Arcamanik, Desak Perlindungan Hak Beragama
Siapa 26 Martir Katolik Jepang? Begini Sejarah, Pengorbanan, dan Kanonisasi
Umat Katolik di Larantuka Diminta Menyediakan Tumpangan bagi Peziarah Semana Santa, Ternyata Begini Alasannya