Perjalanan Credit Union di Indonesia, Dari Inisiatif Gereja Katolik hingga Kemandirian Ekonomi Masyarakat

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 12 November 2024 | 13:44 WIB
Potret Pastor Carolus Albrecht SJ seorang pastor asal Jerman dan logo Credit Union di Indonesia. (Dok. Pontianak Globe)
Potret Pastor Carolus Albrecht SJ seorang pastor asal Jerman dan logo Credit Union di Indonesia. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Credit Union di Indonesia berawal dari upaya Carolus Albrecht SJ, seorang pastor asal Jerman.

Carolus Albrecht SJ lahir di Altusried, Augsburg, Jerman Selatan pada 19 April 1929.

Baca Juga: Prabowo Raih Investasi Rp 157 Triliun di Tiongkok, Ini Poin Penting Hasil Kunjungan Presiden RI

Ia ditugaskan ke Indonesia pada Desember 1958.

Albrecht pertama kali ditempatkan di Girisonta, Jawa Tengah.

Setelah itu, ia berpindah-pindah antara Tanjung Priok, Jakarta, hingga Semarang pada tahun 1960–1961.

Sebagai bagian dari upaya Gereja Katolik untuk memberdayakan ekonomi rakyat, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI, sebelumnya Majelis Agung Waligereja Indonesia - MAWI) menugaskan Pater Albrecht SJ dan Frans Lubbers OSC untuk mengembangkan Credit Union di Indonesia.

Kedua pastor itu bekerja sama dengan seluruh Delegatus Sosial (Delsos) Keuskupan untuk memperkenalkan konsep ini.

Langkah awal datang dari SELA (Socio Economic Life in Asia), lembaga di bawah kongregasi Serikat Jesus, yang mengadakan seminar di Bangkok tahun 1963 tentang "Community Development and Credit Union."

Seminar ini dihadiri oleh Carolus Albrecht SJ, John Dijkstra SJ, Frans Lubbers OSC, serta tokoh masyarakat awam seperti FX Bambang Ismawan, Nico Susilo, dan Sumitro.

Baca Juga: 'Seribu Kawan Terlalu Sedikit' Prabowo Ucapkan Pepatah dalam Bahasa Mandarin di Beijing

Seminar ini menjadi cikal bakal ide pengembangan Credit Union di Indonesia.

Sekembalinya dari seminar, mereka tidak langsung mendirikan Credit Union, melainkan memulai kelompok simpan pinjam di bawah Ikatan Petani Pancasila pada tahun 1965, ketika FX Bambang Ismawan menjadi Ketua Umum organisasi ini.

Kelompok serupa kemudian berkembang di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.

Meskipun Credit Union secara resmi belum terbentuk, seminar-seminar terus dilakukan, seperti di Bandung pada tahun 1968 dan Sukabumi pada tahun 1969 yang dipimpin oleh Frans Lubbers OSC.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: puskopcuina.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X