Mereka berdua berharap, berkat doa dan dukungan semua pihak mereka menyerahkan diri pada ‘Dia’ yang memanggil kami untuk setia. Seperti Rasul Paulus mengatakan: ‘segala perkara dapat ku tanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepada ku.’
“Kami sadar kami bisa sampai pada saat ini karena penyerahan diri seutuhnya pada Tuhan, sehingga kami terus dimampukan untuk terus maju menjadi pelayan dalam persaudaraan Bruder MTB,” tambah Bruder Anselmus MTB , (15/08).
Kita ini hamba Tuhan
“Ditepi dermaga banyaklah duduk pemuda tampan, membawa bekal hendak memancing ikan, kalau bukan karena kesalehan dan iman, tidak akan kekal bruder mengarungi jalan panggilan,” kata Bruder Vianney MTB, Dewan Pimpinan Umum Bruder MTB dalam membuka sambutannya hari itu, (15/08).
Bruder Vianney MTB mengungkapkan bahwa para Bruder MTB mendasarkan hidup mereka atas injil seraya mengikuti seruan, untuk meninggalkan segala-galanya.
Untuk itu dia berterima kasih kepada para bruder yang sudah memperbaharui kaul, mulai dari profesi pertama, kekal dan berpesta.
“Kita ini menjadi hamba Tuhan, sekali lagi menjadi hamba Tuhan untuk mereka yang miskin lemah dan sakit,” kata Bruder Vianney MTB, (15/08).
Bruder Vianney MTB menegaskan, lewat keutamaan Santa Perawan Maria dan Santo Fransiskus, mereka berupaya mewujudkan kemuliaan Allah, khususnya pembinaan kaum muda dan mengupayakan mereka yang miskin, lemah dan sakit.
“Ingatlah itu, maka mohon semua mendoakan kami, ingatkan juga kami kalau tiba-tiba misi kami berbeda,” tambah Bruder Vianney MTB, (15/08).
Sebagai Dewan Pimpinan Umum Bruder MTB dia berharap, semoga semua tetap kuat dan setia untuk terus menghayati dan melaksanakan _‘simpliciter et confidenter’_ [kesederhaaan dan kepercayaan]. (Sam).