Pengikhraran Kaul Kekal Bruder MTB dan Perayaan Syukur Hidup Membiara

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Senin, 19 Agustus 2024 | 16:49 WIB
Perayaan Syukur 50 & 25 Tahun Hidup Membiara dan Pengikhraran Kaul Kekal Bruder MTB (2024)
Perayaan Syukur 50 & 25 Tahun Hidup Membiara dan Pengikhraran Kaul Kekal Bruder MTB (2024)

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

HARI Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga merupakan hari yang dikhususkan untuk menghormati sang bunda Allah yang tetap perawan dan setelah menjalani perutusan di dunia, Maria ikut bersama sang Putera di Surga.

Dogma itu dikeluarkan Paus Pius XII pada 1950 sebagai ajaran Iman Katolik. Hari raya ini merupakan suatu penghormatan kepada Maria yang tetap setia berada di samping Yesus sampai wafat.

Kesetiaan itulah yang menjadi suatu kesaksian hidup Maria dalam perutusan-Nya sebagai Bunda Allah. Kesetiaan itu juga yang mampu meyakinkan Allah bahwa Ia memilih perempuan yang tepat untuk menjadi Bunda Tuhan.

Selain itu, Bunda Maria juga dikenal sebagai Bunda yang memberi kesegaran dan kegembiraanya. Bunda yang mampu mengayomi segala kalangan masyarakat. Bunda yang senantiasa bertekun dalam kerendahan hati dan menjadi ‘obat’ penenang bagi banyak orang.

Selain itu, kemurnian Bunda Maria menjadi salah satu bukti akan ketulusan hati dan kejernihan hati seorang perempuan. Ketulusan hati yang memang jarang dimiliki oleh perempuan masa itu. Ketulusan hati yang mampu mengubah persepsi perempuan sebagai sumber celaka yang telah dilakukan oleh Hawa pada kitab kejadian.

Kala itu, perempuan dilihat hanya sebagai buah simalakama. Namun, kehadiran bunda Maria menjadi oasis baru yang mengangkat perempuan bahwa mereka bukanlah bencana tapi suaka, dimana tempat kita bersimpuh untuk menerima surga dari telapak kaki sang Bunda.

Selain itu, Bunda Maria pun dikenal sebagai orang yang sederhana. Kesederhanaannya tampak ketika sang Bunda mau mengunjungi Elisabeth saudarinya yang sedang mengandung, jarak yang jauh dan dilakukan dengan berjalan kaki menghabiskan waktu hingga 3 hari.

Kala itu tidak se-modern sekarang dengan transportasi yang beragam untuk tujuan kemana pun. Jarak dan waktu sedemikian rupa tidak menyurutkan niat Maria untuk menyapa saudarinya. Maria merangkul saudarinya dari keterpurukan karena mengandung diusia tua menjadi bukti kesederhanaanya. Sederhana dalam pikiran, sikap, dan tindakan.

Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga dirayakan setiap 15 Agustus, dengan tanggal tersebut menjadi tanggal kebanyakan Imam Diosesan Jakarta merayakan ulang tahun tahbisan mereka.

Bunda Maria menjadi teladan para Imam dalam menghayati kesetiaan, kesederhanaan dan kemurniaannya. Para Imam yang dalam menjalankan perutusan serta menghidupi kehidupan Imamat senantiasa bersimpuh di bawah kaki Bunda Maria untuk semakin menghidupi pelayanan di tengah umat.

Selain itu, Maria diangkat ke Surga juga dipakai sebagai pelindung dari paroki Katedral Jakarta dengan penghayatan dan harapan agar umat Jakarta semakin meneladani sikap bunda Maria yang mampu mengatakan “fiat foluntas tua- terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”.

Maria adalah Bunda Tuhan Yesus Kristus, ia adalah juga Bunda kita. Bukan hanya dahulu Maria selalu menyertai hidup Yesus, sekarang pun Maria selalu menyertai hidup kita juga, yang berusaha menghayati hidup kita menurut ajaran dan teladan Yesus puteranya. Maria adalah tanda harapan yang murni bagi segenap umat yang percaya dan melakukan apa yang dilakukan puteranya itu.

Koor Gabungan (2024)
Koor Gabungan (2024)

Hidup dalam dunia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X