PONTIANAKGLOBE.COM| Senin 19 Agustus 2024 - Perayaan Syukur 50 dan 25 tahun Hidup Membiara dan Pengikraran kaul Kekal berjalan lancar di Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak, pada Kamis, 15 Agustus 2024 sore.
Hari indah itu, keluarga besar Bruder Maria Tak Bernoda mengantar saudaranya untuk merayakan 25 Tahun Hidup Membiara, Bruder Videlis Suhardi MTB dan 50 tahun hidup membiara, Bruder Petrus Handoko MTB.
Kemudian dilanjutkan dengan Kaul Kekal Bruder Alfonsus Perangin Angin MTB dan Bruder Anselmus Marulitua Barasa MTB.
Misa kudus hari itu dipimpin langsung oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus diikuti oleh kuria keuskupan dan beberapa Imam Keuskupan Agung Pontianak.
Dalam perayaan itu, bertepatan pada 15 Agustus Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Dimana persaudaraan Bruder Maria Tak Bernoda atau yang sering dikenal dengan Bruder MTB mengambil nama Bunda Maria diujung nama setiap anggotanya.
Semangat Bruder MTB
Para bruder misionaris pertama ini meneladani sikap penyerahan diri Bunda Maria. Bunda Maria yang setia dan penuh dengan pengalaman pergulatan batin yang disimpan di dalam hatinya [Luk 2:54].
Para Bruder Misionaris pertama juga melaksanakan hal itu. Yang terbukti kesetiaan mereka adalah merawat karya-karya kongregasi hingga sampai saat ini masih tetap relevan.
Maka, patutlah kesetiaan mereka menjadi pembelajaran yang inspirasi bagi generasi kita saat ini. Kelima misionaris Bruder MTB itu adalah Br. Canisius, Br. Maternus, Br. Serafinus, Br. Longinus dan Br. Leo Geers. Mereka datang ke kota Singkawang pada 11 Maret 2021 sebagai tempat berkarya pertama kali.
Kita lebih mengenal semangat yang mendasar, yang menjiwai Para Bruder MTB menurut RUR 1, 1978 yang disajikan dalam buku semangat dan tujuan MTB menurut dokumen-dokumennya [Tumbarman, 1997:16] menegaskan dua semangat mendasar, yakni: “semangat dalam sejarah yang meliputi semangat beriman, sederhana, siap sedia, tekun, berani mengambil resiko, mengabdi untuk gereja dan masyarakat menurut teladan St. Fransiskus Assisi dan di bawah perlindungan St. Perawan Maria secara khusus bagi mereka yang sederhana dan membutuhkan.”
Semangat Bruder MTB di Indonesia yang sesuai dengan konteks konteks budaya maupun tradisi, yang meliputi: beriman, sederhana, peka, berani beresiko, tekun, mengabdi, disponibel, solider, persaudaraan, doa dan karya.
Semangat ini terus menjiwai pada Bruder MTB sampai saat ini. Suatu kegembiraan besar bagi para Bruder MTB dalam rangka merayakan 100 tahun kehadiran MTB di Indonesia, refleksi tentang hidup doa dan karya terus dimaknai sebagai ‘medan’ untuk menjawab tantangan zaman.
Pertanyaan refleksi yang terus menggema dalam beberapa kali pertemuan virtual adalah usai 100 tahun kebaruan macam apa yang diperlihatkan oleh Kongregasi Bruder MTB? Pertanyaan dibutuhkan jawaban bersama.