Peristiwa ini merupakan salah satu momen bersejarah yang penting dalam agama Yahudi.
Namun, Nabi Muhammad merasa lebih berhak melaksanakan puasa Asyura karena beliau adalah Nabi terakhir dan menjadi penutup risalah para Nabi dan Rasul.
Beliau memahami bahwa puasa Asyura merupakan bagian dari warisan agama yang berasal dari Nabi Ibrahim dan momen bersejarah lainnya.
Dalil Puasa Tasua
Selain puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, Nabi Muhammad Saw juga memberikan anjuran untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram, yang dikenal sebagai puasa Tasua.
Hadis tentang anjuran puasa di tanggal 9 Muharram tercatat dalam riwayat Ibnu Abbas.
عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا : حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Abdullah bin Abbas Ra berkata saat Rasulullah Saw berpuasa pada hari Asyura dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa. Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah Saw bersabda: “Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram).” Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah Saw wafat (HR. Muslim).
Berdasarkan hadis di atas, puasa Tasua yang dilakukan pada 9 Muharram merupakan anjuran tambahan yang diberikan oleh Nabi Muhammad Saw sebagai pembedaan dari tradisi kaum Yahudi.
Saat orang-orang Yahudi mengagungkan puasa Asyura, Nabi Muhammad mengarahkan umat Muslim untuk berpuasa sehari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram.
Namun, karena beliau wafat sebelum tahun depan tiba, pelaksanaan puasa Tasua tidak sempat direalisasikan.
Meskipun demikian, sunnah Nabi memberikan pengajaran penting tentang kesempurnaan ibadah dan pentingnya mengenang sejarah serta menghormati ajaran agama.
Baik puasa Asyura maupun Tasua memiliki makna mendalam dan nilai-nilai spiritual yang terkandung.
Puasa Asyura mengajarkan tentang perjuangan melawan kezaliman dan kemenangan atas kejahatan dengan pertolongan Allah.
Sementara itu, puasa Tasua menegaskan pentingnya membedakan ibadah Islam dari praktik keagamaan lainnya dan memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk berpuasa pada dua hari berturut-turut dalam merenungkan peristiwa bersejarah.
Artikel Terkait
Niat Puasa Bulan Haji atau Puasa Dzulhijjah 2023 Siang dan Malam. Lebaran Haji 2023 Jatuh pada Tanggal Kapan ?
Doa Berbuka Puasa Dzulhijjah Ketika Azan Maghrib Berkumandang
5 Fadhilah Bulan Muharram yang Harus Diketahui. Selain Keutamaan Bulan Muharram, Ada Sejarah Penting Loh Sob
Doa Minum Susu 1 Muharram Arab Latin dan Terjemahan Lengkap. Disebut Sebagai Bentuk Taffaulan
Bolehkah Minum Susu Putih saat 1 Muharram 1445 H ? Apakah Ada Anjuran Minum Susu 1 Muharram ?
Apakah 1 Muharram Tidak Boleh Keluar Rumah ? Apa Saja Larangan Malam 1 Suro Masyarakat Jawa Islam ?
Tata Cara Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Muharram Lengkap. Salah Satunya Awali Doa Sayyidul Istighfar
Hukum Berhubungan Badan di Malam 1 Muharram Boleh atau Tidak ?
Tata Cara Sholat Tasbih 1 Muharram 1445 H Lengkap. Ini Bacaan Tasbih dan Niat Sholat Tasbih