Dalil Puasa Tasua dan Asyura Menurut Hadis. Apa Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura 2023 ?

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Rabu, 26 Juli 2023 | 14:47 WIB
Ilustrasi menu buka puasa sederhana. (Pixabay/Serdar_A)
Ilustrasi menu buka puasa sederhana. (Pixabay/Serdar_A)

PONTIANAKGLOBE.COM - Apa dalil puasa Tasua dan Asyura 2023 ? Ketahui keutamaan 

Bulan Muharram menyimpan dua momen yang sangat dihormati dan diperingati oleh umat Islam.

Dua momen itu yakni peringatan tahun baru Hijriah pada tanggal 1 Muharram dan Hari Asyura yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram.

Peringatan tahun baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharram biasanya dijadikan medium introspeksi dan refleksi bagi umat Muslim.

Dilansir laman Muhammadiyah, seperti halnya tahun baru dalam kalender Gregorian, mereka menyambut Muharram dengan semangat kebangkitan dan harapan baru untuk meningkatkan amal ibadah serta mendekatkan diri pada Allah.

Baca Juga: Tata Cara Sholat 1 Muharram 2023 Masehi. Salah Satunya Amalan Sholat Tasbih. Berapa Rakaat Sholat Tasbih ?

Namun, yang lebih menarik perhatian adalah Hari Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Pada hari ini, umat Islam melaksanakan puasa untuk menahan haus dan lapar sebagai bentuk penghormatan dan ibadah.

Seputar asal-usul puasa Asyura, ada asumsi yang menyebutkan bahwa puasa ini sebenarnya bukan berasal dari tradisi orisinil umat Islam, melainkan merupakan adaptasi dari ibadah umat Yahudi.

Asumsi ini diperkuat oleh hadis Ibnu Abbas:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Dari Ibnu ‘Abbas ra bahwa Nabi Saw ketika tiba di Madinah, Beliau mendapatkan mereka (orang Yahudi) melaksanakan puasa hari ‘Asyura (10 Muharam) dan mereka berkata; “Ini adalah hari raya, yaitu hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Lalu Nabi Musa As sebagai wujud syukur kepada Allah”. Maka Beliau bersabda: “Akulah yang lebih utama (dekat) terhadap Musa dibanding mereka”. Maka Beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umat Beliau untuk mempuasainya (HR. Bukhari).

Berdasarkan hadis di atas terdapat keterangan bahwa pada 10 Muharram atau 10 Tishrei dalam kalender lunisolar Ibrani, Musa dan Bani Israel berhasil meraih kemenangan gemilang atas Fir’aun dan bala tentaranya.

Kemenangan ini menjadi momentum penting dalam sejarah orang-orang Yahudi, sehingga mereka menyebutnya sebagai Hari Suci Yom Kippur.

Selama perayaan Yom Kippur ini, umat Yahudi menahan diri dari berbagai kegiatan sehari-hari, mereka akan berpuasa, tidak mandi atau mencuci, tidak berhubungan seksual, menghindari pemakaian sepatu kulit, serta menghindari penggunaan losion atau krim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X