Dia ingin mengunjungi kapela-kapela Maria dan tempat-tempat yang berhubungan dengan para santo-santa Gereja selama perjalanan.
Tujuannya ialah mencapai rumah pada waktu libur dan bergabung dengan ziarah dari Suwalki ke Vilnius. Tapi ia tidak bermaksud tergesa-gesa.
"Ini bukanlah peziarahan dengan berjalan kaki demi menempuh jarak tertentu. Sejauh ini saya tidak tergesa-gesa. Di atas semuanya, ini terutama pengalaman akan perlindungan Allah dan tentang orang-orang yang Tuhan Allah berikan sepanjang perjalanan saya. (...) Tuhan Allah dapat mempergunakan siapa saja, tak peduli seberdosa apapun mereka, apapun masa lalunya, pendidikannya, pekerjaan yang dimilikinya (...) Salam Maria!" Tulisnya, berterimakasih dengan sebuah doa, kepada semua yang mendukungnya. ***
Artikel Terkait
Apa Makna Rabu Abu bagi Umat Katolik? Mengapa Rabu Abu Penting, Begini Jawabannya
Kardinal Suharyo Ingatkan Pelayanan Kasih dan Semangat Cinta Tanah Air bagi Anggota TNI/Polri Beragama Katolik
Pater Noster, Doa Bapa Kami Bahasa Latin dan Bahasa Indonesia: Doa Katolik
Mengenal Ensiklik Seorang Paus Gereja Katolik Roma. 4 Ensiklik Paling Berdampak bagi Dunia Termasuk Laudato Si
100 Imam Katolik di Keuskupan Agung Pontianak Pembaruan Janji Imamat dan Misa Krisma Bersama Mgr Agustinus