Ternyata dalam bagasi itu ada tas besar penuh makanan!
Jakub Karlowicz Tersentuh.
Dia berkata bahwa orang-orang ini, seperti dalam film dan seperti bukan dalam kenyataan. Para pria itu memberinya makanan untuk tiga hari.
Orang-orang Baik
Sepanjang peziarahannya, Jakub Karlowicz terbantu dengan keramah-tamahan dari paroki-paroki dan biara-biara.
Jakub Karlowicz bahkan juga diundang orang-orang ke rumah mereka, mengizinkannya menggunakan mesin cuci mereka, memberinya makan, bahkan membawanya ke toko dan membelikannya perlengkapan baru untuk mengganti perlengkapannya lama atau yang rusak.
Orang-orang bahkan tidak hanya membuka rumah mereka dan memberinya makan, memberinya bekal untuk perjalanan, tapi juga menyumbangkan uang kepadanya.
Seringkali dia juga bisa mendapatkan uang dengan cara menjual jasa gunting rambutnya.
Jakub Karlowicz membawa guntingnya dan peralatan lainnya sepanjang waktu.
Apa yang dianggapnya sangat penting setiap hari dalam ziarahnya ialah kesempatan untuk menghadiri misa dan adorasi.
Rosario, katanya, "senjata yang paling efektif di seluruh dunia", selalu mendampinginya.
Setiap mil perjalanannya bertambah berarti lebih banyak lagi "Salam Maria" didoakannya-demi perdamaian di seluruh dunia, bagi orang-orang yang dikasihinya, dan bagi mereka yang ditemuinya di sepanjang peziarahan.
Dalam kisah perjalanan yang dipostingnya, dia menggaris-bawahi bahwa orang-orang itu pada dasarnya baik adanya.
Mereka seringkali mungkin tersesat, atau seringkali Tuhan "hilang" dari pandangan mereka, tapi mereka sebenarnya orang-orang yang baik dan menginginkan yang baik, bukan yang jahat.
Artikel Terkait
Apa Makna Rabu Abu bagi Umat Katolik? Mengapa Rabu Abu Penting, Begini Jawabannya
Kardinal Suharyo Ingatkan Pelayanan Kasih dan Semangat Cinta Tanah Air bagi Anggota TNI/Polri Beragama Katolik
Pater Noster, Doa Bapa Kami Bahasa Latin dan Bahasa Indonesia: Doa Katolik
Mengenal Ensiklik Seorang Paus Gereja Katolik Roma. 4 Ensiklik Paling Berdampak bagi Dunia Termasuk Laudato Si
100 Imam Katolik di Keuskupan Agung Pontianak Pembaruan Janji Imamat dan Misa Krisma Bersama Mgr Agustinus