Pada 2013, setelah pengunduran diri Benediktus XVI, Konklaf Kepausan memilihnya sebagai Paus.
Baca Juga: Profil Tjhai Chui Mie, Perempuan Tionghoa Pertama yang Jadi Wali Kota di Indonesia
Ia memilih nama "Fransiskus" untuk menghormati Santo Fransiskus dari Assisi, simbol kesederhanaan dan kepedulian terhadap kaum miskin.
Kepemimpinan sebagai Paus
Paus Fransiskus dikenal dengan pendekatan kepemimpinan yang sederhana dan dekat dengan masyarakat.
Ia memilih tinggal di Domus Sanctae Marthae daripada apartemen kepausan tradisional.
Beberapa inisiatifnya yang mencolok meliputi:
- Mendorong dialog antaragama dan keterbukaan terhadap komunitas LGBT.
- Menentang kapitalisme tak terkendali, konsumerisme, dan perubahan iklim.
- Menyatakan hukuman mati sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima" dalam ensiklik Fratelli tutti.
- Berperan dalam pemulihan hubungan diplomatik antara AS dan Kuba.
- Mendukung pengungsi dalam krisis migran Eropa dan Amerika Tengah.
- Menjalin kesepakatan dengan Tiongkok mengenai pengangkatan uskup Katolik.
Paus Fransiskus mendapat kritik dari kalangan konservatif terkait beberapa kebijakannya, termasuk kemungkinan diakones wanita dan sikapnya terhadap umat Katolik yang bercerai serta menikah lagi.
Kebijakannya dalam mengelola isu pelecehan seksual dalam Gereja juga menuai pro dan kontra. ***
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Tiba di Indonesia, Naik Kijang Innova Zenix dan Duduk di Depan
Mengenal Paus Fransiskus: Pembelajaran Sepanjang Hayat dan Kehidupan Sederhananya
Mengenal Paus Fransiskus: Peduli Terhadap Mereka yang Membutuhkan
Paus Fransiskus Sampaikan Salam Hangat kepada Presiden Terpilih Prabowo di Istana Merdeka
Paus Fransiskus Sebut Terowongan Istiqlal-Katedral Jadi Simbol Dialog dan Persaudaraan
Paus Fransiskus dan Imam Besar Istiqlal Jelajahi Terowongan Persaudaraan