PONTIANAKGLOBE.COM | Ribuan orang Katolik mengalami pembebasan dari masalah dengan menggemakan novena yang Tak Pernah Gagal Kepada Perawan Maria Sang Pembuka Simpul Masalah.
Bagaimana kita memulai konsistenitas doa ini? Untuk menunjukkan kepada kita misi yang diberikan kepada Perawan Maria oleh Putranya, seorang seniman Johann Melchior Georg Schmittdner melukis Maria Sang Pembuka Simpul dengan cara elegant dan penuh keanggunan.
Sejak tahun 1700, lukisannya telah dihormati di Gereja St. Petrus di Perlack, Augsburg, Jerman.
Lukisan ini awalnya terinspirasi oleh meditasi Santo Irenaeus (Uskup Lyon dan menjadi martir pada tahun 202) berdasarkan pada persamaan yang dibuat oleh Santo Paulus antara Adam dan Kristus.
Santo Irenaeus, pada gilirannya, membuat perbandingan antara Hawa dan Maria, dengan mengatakan: “Hawa, dengan ketidaktaatannya, mengikat simpul aib bagi umat manusia; sedangkan Maria, dengan ketaatannya, melepaskannya”.
Apa makna simpul itu?
Ada masalah dan pergumulan yang kita hadapi yang tidak kita lihat solusinya... simpul-simpul perselisihan dalam keluarga Anda, kurangnya pengertian antara orang tua dan anak-anak, rasa tidak hormat, kekerasan, simpul-simpul luka yang dalam antara suami dan istri, tidak adanya kedamaian dan sukacita di rumah.
Ada juga simpul-simpul kesedihan dan keputusasaan dari pasangan yang berpisah, bubarnya keluarga, simpul-simpul anak laki-laki atau perempuan pecandu narkoba, sakit atau terpisah dari rumah atau Tuhan, simpul-simpul alkoholisme, praktik aborsi, depresi, pengangguran, ketakutan, kesendirian... Ah, simpul-simpul kehidupan kita!
Betapa mereka mencekik jiwa, menghancurkan kita dan mengkhianati sukacita hati dan memisahkan kita dari Tuhan.
Hari demi hari, semakin banyak umat Kristiani berlutut untuk berdoa kepada-Nya begitu mereka bertemu dengan Bunda Kasih yang Indah.
Banyak keluarga telah berdamai! Banyak penyakit telah disembuhkan! Banyak pasangan telah kembali ke Gereja! Banyak pekerjaan telah diberikan!
Banyak pertobatan telah terjadi! Banyak umat Katolik telah berlutut berdoa dan bersyukur atas rahmat yang diterima dari Bunda kita yang manis.
Karena alasan itu, Maria yang melepaskan ikatan, yang dipilih oleh Tuhan untuk menghancurkan kejahatan dengan kakinya, datang kepada kita untuk menyatakan Dirinya.
Ia datang untuk menyediakan pekerjaan, kesehatan yang baik, untuk mendamaikan keluarga, karena Ia ingin melepaskan ikatan dosa-dosa kita yang mendominasi kehidupan kita, sehingga – sebagai putra-putra Raja – kita dapat menerima janji-janji yang disediakan bagi kita sejak kekekalan. Ia datang dengan janji-janji kemenangan, kedamaian, berkat dan rekonsiliasi.