Rosario untuk St Dominikus

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 8 Agustus 2024 | 14:51 WIB
St Dominikus Menerima Rosario dari Bunda Maria. IST (Pena Katolik)
St Dominikus Menerima Rosario dari Bunda Maria. IST (Pena Katolik)

Saat Dominikus terus berdoa, dia melihat Tuhan kita bersama Maria dan para religius dari semua tarekat kecuali miliknya.

Ketika Tuhan kita menanyakan kepadanya mengapa ia menangis, Dominikus menjelaskan bahwa tak satu pun dari anggota ordonya yang tampak berada di Surga. Yesus meletakkan tangan-Nya di bahu Maria dan berkata, “Aku telah mempercayakan Perintahmu kepada IbuKu.”

Kemudian, atas permintaan Yesus, Maria membuka jubah St. Dominikus dan ia melihat banyak anggota Ordonya.

St. Cecilia mengatakan bahwa keesokan paginya Dominikus menyampaikan kepada para saudara di kapitel, sebuah khotbah yang panjang dan sangat indah.

Ia menasihati mereka untuk mencintai dan menghormati Perawan Maria yang Terberkati. Ia menceritakan pengalamannya.

“Kalian semua saudara-saudaraku, mulai sekararang cintai dan hormatilah Perawan Maria yang Terberkati,” ujar St. Dominikus dalam sebuah kapitel.

Oleh karena itu, devosi kepada Maria, Bunda Allah, adalah hal yang sangat penting dalam Spiritualitas Dominikan.

Banyak cerita sepanjang sejarah Ordo Pewarta yang menunjukkan penglihatan dan mukjizat yang dikaitkan dengan Bunda Maria.

Kisah perjumpaan St. Dominikus dengan Maria dan Yesus menjadi salah satunya. Peistiwa ini dilukiskan pada sebuah jendela di biara Dominika di Dubrovnik, Kroasia.

Beato Cecilia, salah satu anggota awal ordo, yakin bahwa Ordo Pengkhotbah secara pribadi dilindungi oleh Maria.

Meskipun tidak ada yang bisa memastikan rincian pasti seputar penampakan ini, satu hal yang pasti: para Dominikan selama berabad-abad telah menjadikan devosi kepada Maria dan penyebaran rosario sebagai bagian penting dari pelayanan dan kehidupan spiritual mereka. (S – Pena Katolik).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X