Baca Juga: Paus Fransiskus Mencari Solusi Damai untuk Nagorno Karabakh
Dalam kata-katanya, dia mengucapkan terima kasih atas kesempatan ini dan menyoroti bantuan yang diberikan oleh pemerintah.
Dengan emosi yang dalam, dia berbagi bahwa seluruh isi gedung ini didukung oleh pemerintah, dan perjalanan pembangunan ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat, nyaris seperti sebuah mukjizat.
Kapasitas gereja yang dapat menampung ribuan umat menjadi bukti nyata dari kerja sama yang luar biasa antara gereja dan pemerintah.
Uskup Agung Samarinda, Uskup Yustinus Harjosusanto MSF, menyampaikan rasa gembira atas penyelesaian Gedung Katedral ini, yang akan menjadi tempat berdoa dan tinggal bagi para imam dengan kenyamanan yang layak.
Dia juga mengapresiasi pemerintah Kalimantan Timur dan kepemimpinan Gubernur Isran Noor yang telah memberikan dukungan maksimal selama lima tahun terakhir.
Umat Katolik merasa diperhatikan, didukung secara material, dan semangat oleh pemerintahan ini, dan doa terbaik diberikan kepada Gubernur untuk kesehatan dan berkah selanjutnya.
Gubernur Isran Noor menyampaikan pesan penting tentang kerukunan antarkepercayaan dalam masyarakat Kalimantan Timur.
Dalam pidatonya, dia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kerukunan antarumat berbagai kepercayaan, dan menghormati kebebasan beragama sebagai tanggung jawab pribadi kepada Tuhan.
Dalam momen penyerahan dokumen aset provinsi ini, Gubernur mengucapkan terima kasih dan berharap agar aset tersebut dapat digunakan sebaik mungkin untuk kesejahteraan umat.
Seiring dengan akhir masa jabatannya, Gubernur Isran Noor mengucapkan permohonan maaf atas segala kelemahan selama memimpin Kalimantan Timur selama lima tahun terakhir.
Pada akhir sambutannya, dia mengakhiri dengan harapan untuk terus menjaga perdamaian, kebersamaan, dan kemakmuran di wilayah ini.
Dengan penyerahan Gedung Gereja Katedral dan Gedung Pastoral Santa Maria "Penolong Abadi", Kalimantan Timur telah menyaksikan momen penting dalam memupuk kerukunan antarumat berbagai kepercayaan dan memberikan tempat yang lebih baik bagi komunitas Katolik di wilayah Kaltim untuk merayakan iman mereka.
“Semoga gedung ini menjadi simbol persatuan dan keragaman dalam masyarakat Kalimantan Timur yang kaya akan budaya dan kepercayaan,” harap Gubernur.
Artikel Terkait
Mengapresiasi Budaya Osing, Pertemuan Tahunan Imam Katolik se Jawa Tahun 2023 Digelar di Banyuwangi
Seminar Internasional di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo: Mariko Ohara Memandu Mahasiswa dalam Simul
Mariko Ohara Memimpin Seminar Internasional tentang Disaster Nursing di Universitas Katolik Santo Agustinus Hi
Kunjungan dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan Junko dari Jepang ke Kantor BPBD Kalimantan Barat
Bulan Kitab Suci Nasional 2023: Umat Katolik Sambas Memeriahkan dengan Lomba Mazmur yang Memikat
Doa Malaikat Tuhan atau Doa Angelus versi Bahasa Latin: Doa Katolik
Camp Young Men Katolik ke-6 - Membentuk Pria Muda Sejati Katolik