Gelar Dialog Kebangsaan, PGK Kalbar Ajak Minelial Tekan Politik Identitas

photo author
Dave Fian, Pontianak Globe
- Sabtu, 19 November 2022 | 10:43 WIB
FOTO - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kalimantan Barat, M Wawan Gunawan saat sambutan pada kegiatan Dialog Kebangsaan, yang di pusatkan di Aula Untan HUB, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumat 18 November 2022. (Dave Fian)
FOTO - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kalimantan Barat, M Wawan Gunawan saat sambutan pada kegiatan Dialog Kebangsaan, yang di pusatkan di Aula Untan HUB, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumat 18 November 2022. (Dave Fian)

PONTIANAKGLOBE.COM,. PONTIANAK - Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Dialog Kebangsaan, yang di pusatkan di Aula Untan HUB, Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumat 18 November 2022.

Kegiatan yang mengangkat tema "Keterlibatan Generasi Milenial Dalam Meredam Potensi Politik Identitas Pada Pemilu 2024 di Kalimantan Barat,". Pada kegiatan ini, PGK menghadirkan Komisioner KPU Kalbar, Mujiyo, Bawaslu Faisal Riza, Kabinda Brigjen Rudy Tranggono, Kesbangpol yang diwakili Ponti Gesang Cahyanto dan Pengamat Politik Universitas Tanjungpura, Dr Jumadi, M.Si.

Ketua DPW PGK Kalimantan Barat M Wawan Gunawan mengatakan pelaksanaan kegiatan itu dimaksudkan untuk mengajak generasi milenial menekan isu Politik Identitas.

BACA JUGA - Gerakan Koperasi Credit Union di Kalbar Tolak RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan

"Kita mengajak generasi milenial untuk menekan politik identitas yang kita khawatirkan bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Menurutnya, isu-isu Politik Identitas ini sering kali dijadikan sebagai alat untuk menggaet pemilih. Meski tidak bisa terelakkan kata dia, namun isu-isu ini bisa di redam dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat dan kelompok-kelompok milenial.

"Generasi milenial ini harus kita berikan edukasi yang masif. Salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan Dialog Kebangsaan agar Milenial Kalbar teredukasi dan bisa mengedukasi untuk tidak larut dalam euforia politik identitas yang bisa memecah belah persatuan bangsa," tegasnya.

BACA JUGA - Diskusi KPU dan Media: Kontestasi Sesungguhnya dalam Pemilu dan Pilkada 2024 Ada di TPS

Sementara itu, Kabid Poldagri Kesbangpol Kalimantan Barat, Ponti Gesang Cahyanto mengatakan Pemilu yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang akan akan memilih Presiden dan Wakil Presiden.

"Selain itu Juga memilih DPR RI, DPD RI dan DPRD. Dimana Kalbar memiliki 12 perwakilan untuk DPR RI dan 4 untuk DPD RI," ungkapnya.

Dijelaskan dia, pada Pemilu 2024 diperkirakan jumlah pemilih sesuai data September 2022 kemarin. Kalbar diperkirakan memiliki 3.7 juta pemilih.

Karena waktu yang sudah sangat dekat ini, Dirinya berterimakasih kepada PGK Kalbar yang sudah membantu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan urgensi Politik Identitas agar tidak menjurus pada perpecahan di tengah masyarakat.

"Lalu untuk isu-isu terupdate menjelang pemilu 2024. Diantaranya adalah ancaman radikalisme dan ideologi, ancaman stabilitas politik seperti sara dan politik uang, ujaran kebencian, politisasi agama dan kondisi ekonomi," terangnya.

BACA JUGA - Jurnalis Tak Dilarang Punya Pilihan Politik, Begini Tips dari CEO ProMedia Menjaga Netralitas dan Independensi

Senada dengan Kesbangpol, Anggota KPU Kalimantan Barat Mujiyo mengatakan kalau saat ini mereka sedang menyelesaikan proses verifikasi Partai Politik untuk pemilu 2024. Karenanya, edukasi kepada masyarakat dan sosialisasi mesti masif dilakukan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dave Fian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X