Diskusi KPU dan Media: Kontestasi Sesungguhnya dalam Pemilu dan Pilkada 2024 Ada di TPS

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 19 November 2022 | 02:21 WIB
Diskusi dengan media bertema, “Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu Dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024,” di Media Centre KPU, Jumat, 18 November 2022. Hadir sebagai pembicara antara lain Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia (kiri). (ist)
Diskusi dengan media bertema, “Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu Dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024,” di Media Centre KPU, Jumat, 18 November 2022. Hadir sebagai pembicara antara lain Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia (kiri). (ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Penyelenggara pemilu adhoc merupakan ujung tombak KPU.

Sebab, pertarungan atau kontestasi yang sesungguhnya dalam Pemilu maupun Pilkada 2024 ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sehingga, perlu merekrut orang-orang yang memiliki kemampuan, kualitas serta berintegritas.

Dalam waktu dekat KPU akan melakukan rekrutmen badan adhoc untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tingkat kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan/desa.

Rekrutmen PPK akan dimulai pada 20 November 2022 sedangkan PPS akan dimulai pada 18 Desember 2022.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Jamu Makan Siang Para Pemimpin G20. Undang Presiden FIFA dan IOC Beri Sambutan

 

Sehubungan dengan hal tersebut, KPU menggelar diskusi dengan media bertema, “Penguatan Sumber Daya Penyelenggara Pemilu Dalam Pelaksanaan Demokrasi 2024,” di Media Centre KPU, Jumat, 18 November 2022.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni: Ahsanul Minan, Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

Narasumber lain Masykurudin Hafidz dari INFID (International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), serta dan Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia.

Narasumber pertama Ahsanul Minan mengungkapkan isu-isu strategis terkait rekrutmen badan adhoc.

BACA JUGA: Apokaliptik Tewaskan 900 Orang di Guyana, Sekte yang Disebut Sebabkan Kematian Satu Keluarga di Kalederes

Pertama, daya tahan fisik dan integritas penyelenggara adhoc. “Proses penghitungan suara itu butuh waktu cukup lama dan hal terberat adalah membuat salinan Berita Acara (BA),” kata Ahsanul Minan.

Menurut pengamatan Ahsanul Minan sejak Pemilu 2009, ada pergeseran model politik uang.

Parpol atau peserta pemilu tidak lagi menyasar ke Pemilih, tetapi ke penyelenggara, terutama di level bawah, KPPS dan PPK karena hasilnya lebih murah, tetapi hasilnya lebih pasti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X