Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebelumnya menyatakan bahwa penerapan sistem non-tunai ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat.
“Keinginan warga Kota Surabaya menjadi perhatian utama kami. Salah satunya adalah penerapan parkir digital berbasis non-tunai yang memang diharapkan masyarakat, sehingga kami menjalankannya,” ujarnya.
Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi konflik antara juru parkir, pelaku usaha, dan pengguna kendaraan.***