Bupati Sujiwo Lakukan Inspeksi di Lokasi Parkir Liar Jalan Trans Kalimantan

photo author
Wilhelmus Triputra, Pontianak Globe
- Jumat, 1 Agustus 2025 | 23:22 WIB
Bupati Sujiwo melakukan Inspeksi Parkir Liar Tronton di Trans Kalimantan. (Prokopim)
Bupati Sujiwo melakukan Inspeksi Parkir Liar Tronton di Trans Kalimantan. (Prokopim)
 
PONTIANAKGLOBE.COM, KUBU RAYA -- Sosialisasi dilakukan Bupati Kubu Raya, Sujiwo, dengan turun langsung ke lapangan agar tidak ada lagi aktivitas parkir liar tronton di sepanjang Jalan Major Alianyang, Kecamatan Sungai Ambawang. Khususnya mulai dari simpang Desa Kapur hingga Jalan Trans Kalimantan. Bupati Sujiwo didampingi Kapolres Kubu Raya dan Camat Sungai Ambawang, menemui sejumlah warga di lokasi parkir liar di Jalan Trans Kalimantan, Desa Durian, Sungai Ambawang, Kamis (31/7/2025).
 
Dalam sosialisasi itu, Sujiwo juga menyampaikan program penataan kawasan sekaligus penghijauan di sepanjang jalan tersebut. Dia mengatakan di ruas jalan Trans Kalimantan, terdapat terminal bis antarnegara. Di mana penumpangnya adalah warga dari luar negeri seperti Brunei dan Malaysia.
 
“Artinya, ini bukan hanya wajah Kubu Raya, ini adalah wajah Provinsi Kalimantan Barat sekaligus wajahnya Republik Indonesia, maka perlu kita lakukan penataan,” jelasnya.
 
 
Selain parkir liar, Sujiwo juga menyoroti aktivitas pedagang di jalur tersebut. Dia mengungkapkan pihaknya akan melakukan diskusi dan kajian terkait konsep penataan dan penghijauan di jalur sepanjang jalan Major Alianyang. Karena itu, dirinya meminta dukungan semua pihak terutama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
 
“Saya mempunyai konsep di mana kita akan buat seperti hutan kota sepanjang jalan ini. Kemudian kita tata dengan ada jogging track-nya dan penerangan. Sehingga bisa menjadi ruang publik sepanjang jalan ini,” ucap Sujiwo.
 
Sujiwo mengakui penataan membutuhkan waktu. Tidak bisa dilakukan dalam tempo yang singkat. Semuanya harus bertahap. Sehingga ia menekankan perlunya dukungan semua pihak terutama pemahaman dari warga setempat mengenai program tersebut.
 
“Kita lagi giat-giatnya melakukan penataan. Insyaallah tahun ini wajah Kubu Raya akan berubah. Seperti di Serdam, Tugu Pesawat, Simpang Polda sampai Bundaran Transmart, Taman Makam Pahlawan, kemudian depan kantor bupati, semuanya akan kita tata, kita jadikan ruang-ruang publik. Sehingga masyarakat banyak alternatif, banyak pilihan ketika akan membawa keluarganya mau berolahraga, mau berkumpul dengan keluarga atau sahabat,” jelasnya.
 
Mengenai aktivitas pedagang di kawasan Jalan Alianyang, Sujiwo menegaskan dirinya bukan melakukan penggusuran melainkan penataan kawasan. Setelah ditata, warga yang punya aktivitas di lokasi tersebut akan diinventarisasi dan diberikan solusi, salah satunya terkait tempat untuk usaha.
 
“Kita masih mempunyai kios-kios atau lapak-lapak di Pasar Melati, Pasar Menanjak, sehingga nanti yang warga kubu Raya akan menempati lokasi itu,” ungkapnya.
 
Terkait proses penataan, Sujiwo menyatakan akan dilakukan melalui tahapan-tahapan sesuai ketentuan yang ada. Karena itu dia meminta camat untuk mengikuti tahapan-tahapan tersebut.
 
“Pertama kita berikan imbauan untuk melakukan penataan penertiban di internal sendiri. Mungkin ada yang membongkar sendiri, kemudian kalau sudah waktunya terpenuhi, baru ada yang namanya SP1, SP2, SP3 sekaligus dengan eksekusi. Tahapan itu harus kita lalui,” paparnya.
 
Sujiwo mengaku memahami aktivitas ekonomi dilakukan warga karena tuntutan kebutuhan hidup. Sehingga sebagai kepala daerah, ia akan berupaya membantu warga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
“Saya melihat banyak yang bekerja menyangkut dengan perut, menyangkut dengan pekerjaan, tentunya khusus yang warga Kubu Raya menjadi kewajiban saya untuk mencarikan solusi,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wilhelmus Triputra

Tags

Rekomendasi

Terkini

X