PONTIANAKGLOBE.COM, BOGOR -- Polemik tarif parkir di RSUD Cibinong kembali memanas setelah muncul persoalan baru yang menyita perhatian publik.
Vendor parkir, PT Baraya, diduga mendatangi rumah orang tua Sahat JTD, pengunggah video keluhan tarif parkir yang sebelumnya viral di media sosial. Kunjungan itu disebut dilakukan tanpa pemberitahuan atau janji temu.
Baca Juga: Nangis Lihat Kebun Hancur, 600 Pohon Pisang Diduga Diracun
Melalui unggahan di akun Instagramnya, Sahat mengungkap bahwa pertemuan tersebut terjadi saat dirinya dan keluarga tidak berada di rumah. Ia menyebut hanya kedua orang tuanya yang sedang sakit yang menerima kedatangan pihak vendor.
“Tolong beretika ya, jangan pakai orangtua saya untuk pencitraan. Bapak saya cerita ada 3 orang datang ke rumah mengaku dari vendor Parkir RSUD Cibinong,” tulisnya.
Ia juga menyoroti adanya video pertemuan yang diunggah tanpa izin keluarga, yang dinilai sebagai bentuk pencitraan.
“Mengapa Anda melakukan pencitraan, seakan-akan Anda sudah meminta maaf kepada kami sebagai pengunggah, tapi menggunakan bapak saya. Jelas-jelas keberatan, tapi tetap diunggah,” sambungnya.
Menurut Sahat, tindakan tersebut telah melanggar privasi keluarganya. Ia mempertanyakan bagaimana pihak vendor bisa mendapatkan alamat rumahnya, mengingat data pribadi sebelumnya hanya disampaikan dalam aduan resmi ke pihak rumah sakit.
“PT Baraya tidak pernah menghubungi saya via platform apapun atau memberitahu akan menemui saya. Dalam semua postingan kami, kami sudah apresiasi niat baik Anda untuk pembenahan bersama RSUD, cukup lakukan pembenahan,” ujarnya.
“Dari mana PT Baraya mendapatkan alamat saya, sedangkan aduan disertai KTP saya layangkan pertama kali kepada @rsudcibinong_bogor, saya konfirmasi kepada mereka via DM IG tidak ada memberikan informasi. Dari mana PT Baraya mendapatkan informasi pribadi?” lanjutnya.
Baca Juga: Mahasiswi Laporkan Pelecehan, Malah Terjerat Hukum
Meski demikian, Sahat menyatakan dirinya tetap terbuka untuk berdiskusi secara langsung dengan pihak terkait, selama dilakukan secara etis dan transparan.
“Saya mengunggah video itu tidak ada maksud bagaimana, mengungkapkan kebenaran dan itu viral,” ucapnya.
“Jika memang Anda ingin berdiskusi, silakan hubungi saya dan saya minta klarifikasi dari PT Baraya. Ini sudah kelewat batas, jika ingin klarifikasi dan diskusi, silakan,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Parkir Berbayar Elektronik di GOR Pontianak Mulai Diterapkan, Atlet dan Pengurus KONI Gratis
Dari Artis Terkenal hingga Menjadi Tukang Parkir, Nikita Mirzani Memberikan Bantuan kepada Fahmi Bo yang Sedang Sakit dan Diceraikan Istri
Waspada! Mulai Agustus, Parkir Sembarangan di Singkawang Kena Tilang Ban!
Persiapan Jepin Massal di Pontianak, Sebanyak 51 Lokasi Parkir yang Wajib Dicatat
Bupati Sujiwo Lakukan Inspeksi di Lokasi Parkir Liar Jalan Trans Kalimantan
JAKI Dipertanyakan, Bukti Penertiban Parkir Liar Diduga Rekayasa