Polemik Parkir RSUD Cibinong Melebar, Privasi Dipertanyakan

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 8 April 2026 | 13:47 WIB
Viral keluhan tarif parkir di RSUD Cibinong yang kini merembet ke dugaan pelanggaran privasi. (Dok. Instagram/sahatj0607)
Viral keluhan tarif parkir di RSUD Cibinong yang kini merembet ke dugaan pelanggaran privasi. (Dok. Instagram/sahatj0607)

PONTIANAKGLOBE.COM, BOGOR -- Polemik tarif parkir di RSUD Cibinong kembali memanas setelah muncul persoalan baru yang menyita perhatian publik.

Vendor parkir, PT Baraya, diduga mendatangi rumah orang tua Sahat JTD, pengunggah video keluhan tarif parkir yang sebelumnya viral di media sosial. Kunjungan itu disebut dilakukan tanpa pemberitahuan atau janji temu.

Baca Juga: Nangis Lihat Kebun Hancur, 600 Pohon Pisang Diduga Diracun

Melalui unggahan di akun Instagramnya, Sahat mengungkap bahwa pertemuan tersebut terjadi saat dirinya dan keluarga tidak berada di rumah. Ia menyebut hanya kedua orang tuanya yang sedang sakit yang menerima kedatangan pihak vendor.

“Tolong beretika ya, jangan pakai orangtua saya untuk pencitraan. Bapak saya cerita ada 3 orang datang ke rumah mengaku dari vendor Parkir RSUD Cibinong,” tulisnya.

Ia juga menyoroti adanya video pertemuan yang diunggah tanpa izin keluarga, yang dinilai sebagai bentuk pencitraan.

“Mengapa Anda melakukan pencitraan, seakan-akan Anda sudah meminta maaf kepada kami sebagai pengunggah, tapi menggunakan bapak saya. Jelas-jelas keberatan, tapi tetap diunggah,” sambungnya.

Menurut Sahat, tindakan tersebut telah melanggar privasi keluarganya. Ia mempertanyakan bagaimana pihak vendor bisa mendapatkan alamat rumahnya, mengingat data pribadi sebelumnya hanya disampaikan dalam aduan resmi ke pihak rumah sakit.

“PT Baraya tidak pernah menghubungi saya via platform apapun atau memberitahu akan menemui saya. Dalam semua postingan kami, kami sudah apresiasi niat baik Anda untuk pembenahan bersama RSUD, cukup lakukan pembenahan,” ujarnya.

“Dari mana PT Baraya mendapatkan alamat saya, sedangkan aduan disertai KTP saya layangkan pertama kali kepada @rsudcibinong_bogor, saya konfirmasi kepada mereka via DM IG tidak ada memberikan informasi. Dari mana PT Baraya mendapatkan informasi pribadi?” lanjutnya.

Baca Juga: Mahasiswi Laporkan Pelecehan, Malah Terjerat Hukum

Meski demikian, Sahat menyatakan dirinya tetap terbuka untuk berdiskusi secara langsung dengan pihak terkait, selama dilakukan secara etis dan transparan.

“Saya mengunggah video itu tidak ada maksud bagaimana, mengungkapkan kebenaran dan itu viral,” ucapnya.

“Jika memang Anda ingin berdiskusi, silakan hubungi saya dan saya minta klarifikasi dari PT Baraya. Ini sudah kelewat batas, jika ingin klarifikasi dan diskusi, silakan,” tutupnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X