“Contohnya di Takengon, itu yang Aceh Tengah menyampaikan bahwa dia tidak mampu melayani. Ya memang enggak akan mampu. Enggak akan mungkin. Karena apa? Karena dia sendiri tertutup,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa distribusi pangan ke wilayah terdampak benar-benar mengandalkan jalur udara karena akses darat terputus.
“Pangannya harus diambil dari luar, menggunakan pesawat. Namun tak ada pesawat, maka otomatis minta bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat,” tandas Tito.***