PONTIANAKGLOBE.COM, BANYUWANGI -- DPRD Banyuwangi menggelar rapat dengar pendapat bersama masyarakat Pesanggaran yang tergabung dalam Aliansi Setia Nawakarsa Indonesia (ASNI), Rabu, (12/11/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat khusus DPRD Banyuwangi itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Michael Edy Hariyanto, bersama Ketua Komisi IV Patemo dan anggota DPRD Suwito.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, perwakilan PT Bumi Suksesindo (BSI), Asisten Pemerintahan dan Kesra M. Yanuarto Bramuda, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banyuwangi Agus Mulyono.
Baca Juga: Ratusan Anak Keracunan Makan Gratis, BGN Akhirnya Buka Suara
Dalam forum tersebut, warga Pesanggaran yang diwakili Fajar Wibowo menyoroti sejumlah persoalan terkait aktivitas tambang emas Tumpang Pitu yang dikelola PT BSI, termasuk izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).
“Karena izin pinjam pakai, apakah hutan yang sudah rusak bisa dikembalikan seperti semula?” tanya Fajar di hadapan peserta hearing.
Warga juga mempertanyakan masa berlaku izin tambang dan manfaat jangka panjang yang bisa dirasakan masyarakat sekitar.
“Sampai kapan izinnya? Anak cucu kami dapat apa dari tambang emas ini?” ujarnya.
Selain itu, warga juga menyoroti rencana pemasangan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang disebut-sebut akan melintasi permukiman.
“Kami ingin tahu izinnya ke siapa, dan kenapa jalurnya melewati rumah warga? Apakah tidak bisa dialihkan?” tanya salah satu peserta.
Menanggapi hal itu, perwakilan PT Bumi Suksesindo, Darmawan dan Fikri, tidak mampu memberikan penjelasan mendalam karena tidak membawa data yang dibutuhkan. Sikap itu membuat anggota dewan kecewa.
Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, menilai perwakilan perusahaan tidak siap dan tidak berkompeten.
“Kalau ada undangan hearing, tolong dibaca dengan baik dan kirim perwakilan yang paham persoalan serta membawa data. Rakyat perlu jawaban yang jelas dan konkret,” tegasnya.
Baca Juga: Kombes Dedy Bongkar Bahaya Ketidaktahuan soal Self Policing di Rumah
Nada serupa disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra, Suwito. Ia menyoroti lambatnya pembangunan rumah sakit di Banyuwangi Selatan yang sebelumnya dijanjikan PT BSI.
“Sudah setahun, tapi progres pembangunan rumah sakit itu masih belum jelas,” ujarnya.