Kombes Dedy Bongkar Bahaya Ketidaktahuan soal Self Policing di Rumah

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Kamis, 13 November 2025 | 10:59 WIB
Ketua Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI), Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., ungkap pentingnya self policing dalam keluarga.  (Dok. Promedia)
Ketua Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI), Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., ungkap pentingnya self policing dalam keluarga. (Dok. Promedia)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ketua Perkumpulan Doktor Ilmu Kepolisian Indonesia (DIKPI), Kombes Pol Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menekankan pentingnya konsep self policing atau pengawasan diri dalam lingkungan keluarga. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) pada Selasa, (11/11/2025), malam. 

Dedy menjelaskan bahwa self policing adalah praktik di mana individu atau kelompok secara sadar dan sukarela mengawasi serta mengatur perilaku mereka sendiri tanpa perlu campur tangan pihak luar. Konsep ini, katanya, bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam keluarga.

Baca Juga: Polisi Tegaskan Sekolah Dinyatakan Aman, Tapi Luka Korban Belum Pulih

Menurutnya, keluarga merupakan sektor privat yang tidak dapat dimasuki oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga perlu memahami cara mengamankan diri dan lingkungannya sendiri.

“Banyak kasus terjadi karena kurangnya pengawasan di rumah. Misalnya, anak dibiarkan bermain di dekat kolam ikan sementara orang dewasa sedang sibuk, dan hal fatal bisa terjadi hanya dalam hitungan menit,” ujar Dedy.

Ia menambahkan bahwa banyak kecelakaan atau insiden dalam rumah tangga berawal dari kelalaian dan minimnya kesadaran akan pengawasan diri. Karena itu, penting untuk mengajarkan konsep self policing sejak dini.

Dedy menilai, selama ini masyarakat dibiarkan belajar sendiri tentang keamanan tanpa bimbingan langsung dari negara.

“Kalau negara tidak memberikan panduan atau pendidikan tentang bagaimana melindungi diri, maka itu adalah kekeliruan,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo-Albanese Bertemu Lagi: Indonesia-Australia Siap Tingkatkan Kemitraan

Menurutnya, negara dapat memasukkan konsep pengawasan diri ke dalam sistem pendidikan agar anak-anak terbiasa menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, akan tumbuh rasa tanggung jawab dan kepekaan terhadap pelanggaran sejak dini.

“Dari kecil mereka harus tahu bagaimana mengamankan diri, keluarga, dan teman-temannya. Jika ini ditanamkan, maka rasa peduli terhadap keselamatan akan muncul dengan sendirinya,” tutup Dedy.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X