pontianak-insights

Respons Keras Mahfud MD soal Sikap Prabowo: Siap Tanggung Boleh, Tapi Mekanisme Harus Dibongkar

Jumat, 7 November 2025 | 12:24 WIB
Mahfud MD tanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang akan bertanggung jawab dalam utang kereta cepat Whoosh. (Dok. YouTube/Rhenald Kasali)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan siap menanggung tanggung jawab atas persoalan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.

Mahfud mengapresiasi sikap Prabowo, namun menilai perlu dilakukan pembongkaran terhadap proses pengadaan proyek yang sejak awal dinilainya penuh kejanggalan.

“Hari ini Pak Prabowo berpidato tadi, sudahlah Whoosh itu urusan kecil, saya yang nanggung,” kata Mahfud MD dalam kanal YouTube Rhenald Kasali yang tayang Kamis, (6/11/2025).

Baca Juga: Dukung Program Pelabuhan Hijau, Pelindo Reg 2 Pontianak Tanam 500 Pohon

“Tapi jangan lupa juga dibongkar mekanisme pengadaannya, proses pengadaannya,” lanjutnya.

Mahfud menyebut proyek tersebut sejak awal tidak transparan dan berpotensi sarat praktik korupsi, terutama saat keputusan pemindahan mitra dari Jepang ke Tiongkok dilakukan tanpa alasan jelas.

“Ini sudah ada korupsinya ketika memindahkan dari Jepang ke Cina tanpa penjelasan, itu korupsi,” tegasnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga menyoroti lonjakan beban utang akibat peralihan tersebut. Menurut Mahfud, bunga utang jika proyek tetap dikerjakan bersama Jepang hanya sekitar Rp73 hingga Rp75 miliar per tahun, sedangkan dengan Tiongkok bisa mencapai Rp2 triliun.

Mahfud turut mengkritik ketidakkonsistenan pemerintah dalam pembiayaan proyek. Ia menilai sejak awal pemerintah menyatakan tidak akan menggunakan dana APBN, namun kini justru muncul regulasi yang memungkinkan jaminan pemerintah terhadap PT Kereta Api Indonesia.

“Tiba-tiba sekarang muncul kaitannya dengan APBN bahkan sekarang enggak konsisten,” ujar Mahfud.

“Peraturan Menteri Keuangan justru mengatur pemberian jaminan pemerintah terhadap bisnis PT Kereta Api Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Timnas U-17 Lawan Brazil, Nova Tekankan Mental Baja daripada Strategi

Mahfud menegaskan, tanggung jawab negara terhadap proyek besar seperti Whoosh tidak cukup hanya dengan menanggung utangnya, tetapi juga perlu disertai audit menyeluruh serta pengungkapan siapa saja yang terlibat dalam proses pengadaan.

Pernyataan Mahfud MD muncul setelah Presiden Prabowo menegaskan dirinya siap bertanggung jawab atas utang proyek Whoosh. Sikap tersebut dinilai menjadi sinyal politik baru dalam penanganan warisan proyek infrastruktur besar dari pemerintahan sebelumnya.***

Tags

Terkini