Presiden RI ke-8 itu menilai kedua aspek tersebut kini menjadi faktor penentu dalam strategi militer modern.
“Ikuti perkembangan teknologi, terutama siber dan kecerdasan buatan. Jangan ketinggalan,” pesannya.
“Jangan berhenti berlatih, jangan berhenti belajar.”
Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya proses regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI yang berbasis pada prestasi dan pengabdian, bukan semata faktor senioritas.
“Tidak perlu terlalu memperhitungkan senioritas. Yang utama adalah prestasi, pengabdian, dan cinta tanah air,” kata Prabowo.
“Kepemimpinan di TNI harus menjadi teladan. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten,” lanjutnya.
Baca Juga: Terungkap! Polisi Tangkap WFT, Sosok di Balik Akun Hacker Bjorka
Menutup amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar TNI, terutama kepada istri dan anak prajurit yang selalu mendukung tugas para anggota di medan pengabdian.
“Saya ucapkan terima kasih kepada istri dan anak para prajurit yang dengan tabah mendukung suami dan ayahnya di tempat berbahaya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi keluarga besar TNI,” tuturnya. ***