"2 wilayah mencatat pembacaan API dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu 212 di Tebedu dan 202 di Serian," ungkap JPBN Sarawak.
Sementara itu, 11 wilayah lainnya masuk kategori tidak sehat, yakni Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas.
Berdasarkan klasifikasi API, nilai 0-50 menunjukkan kualitas udara baik, 51-100 sedang, dan 101-200 tidak sehat.
Sementara itu, nilai 201-300 masuk kategori sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 tergolong berbahaya.
Karena kondisi tersebut, JPBN Sarawak mengimbau masyarakat, terutama anak-anak sekolah, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat atau lebih buruk.
Kelompok rentan juga diminta lebih waspada terhadap paparan udara tercemar.
"Kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan masalah pernapasan atau jantung, harus membatasi paparan mereka terhadap udara yang tercemar," tandas JPBN Sarawak. ***
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Tertemper KRL di Kalideres, Perjalanan Lintas Tangerang Sempat Terganggu
Dua Insiden Tertemper Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, 18 Perjalanan Terdampak
Nenek 84 Tahun Selamat Setelah 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Rumah akibat Gempa Flores
Remaja Palangka Raya Viral Padamkan Karhutla Pakai Kostum Superman, Dapat Apresiasi Menhut
Mahasiswi Unesa Terancam Putus Kuliah, Terkendala Data Desil untuk Beasiswa
Dua Pendaki Diduga Mandi Pakai Sabun di Mata Air Qolbu Gunung Argopuro, Tuai Kecaman