Kabut Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Malaysia, 108 Sekolah di Sarawak Ditutup

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:05 WIB
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia.  (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia. (Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, KALIMANTAN -- Linimasa media sosial ramai membahas maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Selain menimbulkan kerugian materi, kebakaran tersebut juga memicu pencemaran udara akibat kabut asap yang meluas hingga Malaysia.

Dalam unggahan Instagram @undercover.id pada Jumat, 21 Agustus 2026, disebutkan ratusan sekolah di Malaysia terpaksa ditutup untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap siswa.

Baca Juga: Remaja Palangka Raya Viral Padamkan Karhutla Pakai Kostum Superman, Dapat Apresiasi Menhut

"Penutupan dilakukan karena Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan tersebut telah masuk kategori sangat tidak sehat," tulis keterangan unggahan tersebut.

"Aktivitas belajar siswa selanjutnya dialihkan ke Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah," sambungnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian di media sosial dan memicu desakan agar penanganan karhutla di Kalimantan dilakukan lebih serius.

108 Sekolah di Malaysia Ditutup

Media lokal Malaysia, Bernama, melaporkan sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, ditutup sementara akibat terdampak kabut asap karhutla.

Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) menyebut kegiatan belajar kemudian dialihkan ke Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan siswa sekaligus memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung.

"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi Direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak," tulis JPBN Sarawak dalam keterangan resminya, Jumat, 21 Agustus 2026.

"Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," tambahnya.

Baca Juga: Nenek 84 Tahun Selamat Setelah 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Rumah akibat Gempa Flores

13 Wilayah Terdampak Kabut Asap

JPBN Sarawak menyatakan kualitas udara di sejumlah wilayah menunjukkan tren memburuk sejak pemantauan API pada 1 Agustus 2026. Sebanyak 13 wilayah dilaporkan terdampak kabut asap karhutla.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X