Selepas itu, rombongan mengayuh sepeda menyusuri jalan-jalan desa.
Dari atas sadel sepeda, Batu Ampar terlihat lebih dekat dan lebih jujur.
Rumah-rumah warga, aktivitas sehari-hari, anak-anak yang bermain, hingga hamparan vegetasi pesisir menjadi gambaran tentang kehidupan yang terus bergerak di desa ini.
Perjalanan kemudian berlanjut ke lokasi penanaman kopi liberika.
Di sinilah terlihat bagaimana satu komoditas dapat memiliki banyak fungsi sekaligus: menjaga tutupan lahan, memperkuat ekonomi keluarga, dan pada saat yang sama menjadi daya tarik wisata.
Tidak jauh dari sana, kegiatan pembesaran kepiting menunjukkan hubungan erat antara masyarakat dan ekosistem mangrove.
Bagi warga pesisir, mangrove bukan sekadar hutan. Ia adalah benteng alami, tempat hidup berbagai biota, sekaligus sumber penghidupan yang menopang ekonomi keluarga.
Menjelang siang, rombongan tiba di Bukit Ilalang. Hamparan ilalang yang bergoyang mengikuti arah angin menciptakan lanskap yang berbeda dari gambaran umum Kalimantan yang identik dengan hutan lebat.
Dari puncaknya, laut tampak membentang jauh di kejauhan.
Di beberapa sudut terlihat hamparan mangrove yang masih hijau, seolah membentuk garis pelindung antara daratan dan lautan.
Di tempat seperti itu, waktu terasa berjalan lebih lambat.
Tidak ada suara kendaraan yang ramai. Yang terdengar hanya desir angin dan percakapan ringan di antara para pengunjung.
Bukit Ilalang menyimpan potensi wisata yang unik karena menawarkan kesederhanaan yang kini justru dicari banyak orang: ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Menjelang sore, perjalanan berlanjut ke Sungai Amoy untuk penanaman kelapa genjah. Komoditas ini melengkapi mozaik potensi yang dimiliki Batu Ampar.
Mulai dari kopi liberika, budidaya kepiting, kelapa, mangrove, hingga lanskap perbukitan, semuanya dapat dirangkai menjadi satu narasi besar tentang pembangunan berbasis masyarakat dan lingkungan.
Artikel Terkait
Pasrah, Warga Rela Kebun Kopi 30 Tahun Tergerus Akibat Lubang Raksasa Kian Membesar
Kopi Kojal binaan BI Kalbar, Tembus Pasar Global pada Perhelatan World of Coffee Bangkok 2026
Bisnis Kopi Susu Kekinian, Apakah Pasarnya di Pontianak Sudah Jenuh atau Masih Bisa Cuan?
Daripada Habis Buat Es Kopi Susu, Begini Cara Mulai Investasi Reksa Dana dan Saham Modal Rp10 Ribu Sambil Nongkrong di Pontianak
Gak Melulu Bisnis Kopi, 4 Lini Usaha Kreatif di Pontianak yang Lagi Ramai ‘Dikuliti# Anak Muda
Prof Gusti Hardiansyah Minta Audit Tata Niaga Sawit, Soroti Peran Loading Ramp dan Pengumpul