Kopi Kojal binaan BI Kalbar, Tembus Pasar Global pada Perhelatan World of Coffee Bangkok 2026

photo author
Wilhelmus Triputra, Pontianak Globe
- Senin, 11 Mei 2026 | 16:11 WIB
Partisipasi UMKM Kopi Kojal pada World of Coffee Bangkok 2026 yang difasilitasi langsung oleh Bank Indonesia menghasilkan capaian strategis berupa Letter of Intent (LoI) dari berbagai buyer internasional asal Singapura, Dubai, Thailand, dan Swedia. (Wilhelmus Triputra)
Partisipasi UMKM Kopi Kojal pada World of Coffee Bangkok 2026 yang difasilitasi langsung oleh Bank Indonesia menghasilkan capaian strategis berupa Letter of Intent (LoI) dari berbagai buyer internasional asal Singapura, Dubai, Thailand, dan Swedia. (Wilhelmus Triputra)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANGKOK -- Sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong UMKM Kalimantan Barat naik kelas dan berdaya saing global, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat program pendampingan, kurasi, dan pengembangan kapasitas bagi UMKM unggulan daerah, termasuk pada sektor kopi spesialti.

Salah satu hasil nyata dari upaya tersebut tercermin melalui keberhasilan UMKM Kopi Kojal asal Kayong Utara yang kembali menembus pasar internasional melalui ajang World of Coffee Bangkok 2026, setelah sebelumnya sukses tampil pada World of Coffee Jakarta 2025.

Keberhasilan ini merupakan buah dari strategi pengembangan UMKM Bank Indonesia yang dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas produksi, kurasi kualitas, hingga fasilitasi akses promosi global.

Melalui program kurasi nasional kopi binaan Bank Indonesia, UMKM Kopi Kojal berhasil lolos seleksi ketat dan kembali masuk dalam jajaran 20 kopi terbaik Indonesia binaan Bank Indonesia, sekaligus menjadi kopi Liberika dengan nilai tertinggi se-Kalimantan.

Peningkatan kualitas tersebut tercermin dari skor cupping yang meningkat dari 84,42 pada 2025 menjadi 85,58 pada 2026, dengan karakter rasa unggulan yang semakin kompetitif di pasar specialty coffee internasional.

Bagi Bank Indonesia Kalbar, capaian ini menunjukkan bahwa program pendampingan UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan ekosistem usaha berkelanjutan yang mampu menghasilkan produk berstandar global.

Pendampingan yang dilakukan mencakup penguatan hulu-hilir melalui pembinaan petani, pengembangan metode pasca panen, standardisasi mutu, peningkatan nilai tambah produk, hingga pembukaan akses pasar internasional melalui partisipasi pada pameran global.

Partisipasi UMKM Kopi Kojal pada World of Coffee Bangkok 2026 yang difasilitasi langsung oleh Bank Indonesia menghasilkan capaian strategis berupa Letter of Intent (LoI) dari berbagai buyer internasional asal Singapura, Dubai, Thailand, dan Swedia, serta buyer nasional ternama, dengan potensi transaksi mencapai 84.875 USD per tahun atau setara sekitar Rp1,4–1,7 miliar.

Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa kopi Liberika Kayong Utara memiliki daya saing tinggi di pasar global dan mampu menjadi komoditas unggulan baru Kalimantan Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wilhelmus Triputra

Tags

Rekomendasi

Terkini

HP Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:27 WIB
X