Ketika Kopi Liberika Menjadi Cerita Masa Depan Batu Ampar

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Minggu, 21 Juni 2026 | 11:17 WIB
Di tengah hamparan mangrove dan pesisir Delta Kapuas, berbagai pihak berkolaborasi mendorong Batu Ampar menjadi desa wisata yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Dok. Pontianak Globe)
Di tengah hamparan mangrove dan pesisir Delta Kapuas, berbagai pihak berkolaborasi mendorong Batu Ampar menjadi desa wisata yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Dok. Pontianak Globe)

Agenda pertama yang dijalankan adalah CUAN atau Clean Up Action.

Warga, aparat desa, pelajar, komunitas, akademisi, hingga berbagai instansi turun bersama membersihkan lingkungan.

Baca Juga: Eat & Fun, Cara Baru Menikmati Quality Time di Masa Liburan Sekolah

Jalan desa, lorong, pasar, dan ruang-ruang publik dibersihkan dari sampah yang selama ini sering dianggap persoalan biasa.

Yang menarik, kegiatan itu tidak terasa sebagai program seremonial.

Ada suasana kebersamaan yang tumbuh ketika warga saling menyapa sambil memungut sampah dan membersihkan lingkungan sekitar.

Kesadaran lingkungan memang tidak lahir dari spanduk atau pidato semata, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan bersama.

Di Taman Desa Batu Ampar, sejumlah pohon kemudian ditanam sebagai penanda komitmen terhadap masa depan yang lebih hijau.

Bersamaan dengan itu, bibit tanaman dan bak sampah terpilah diserahkan kepada masyarakat.

Langkah-langkah kecil seperti ini sering kali tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menjadi fondasi penting bagi desa yang ingin berkembang sebagai tujuan wisata.

Wisata yang baik bukan hanya menghadirkan pemandangan indah.

Wisata yang baik juga menghadirkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat bagi siapa pun yang datang.

Karena itulah pelatihan UMKM menjadi agenda penting berikutnya.

Di balai desa, masyarakat mendapatkan pembekalan untuk mengembangkan usaha lokal.

Produk yang baik, kemasan yang menarik, dan pelayanan yang ramah merupakan bagian dari pengalaman wisata yang sering kali tidak disadari, tetapi sangat menentukan kesan pengunjung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X