Agenda pertama yang dijalankan adalah CUAN atau Clean Up Action.
Warga, aparat desa, pelajar, komunitas, akademisi, hingga berbagai instansi turun bersama membersihkan lingkungan.
Baca Juga: Eat & Fun, Cara Baru Menikmati Quality Time di Masa Liburan Sekolah
Jalan desa, lorong, pasar, dan ruang-ruang publik dibersihkan dari sampah yang selama ini sering dianggap persoalan biasa.
Yang menarik, kegiatan itu tidak terasa sebagai program seremonial.
Ada suasana kebersamaan yang tumbuh ketika warga saling menyapa sambil memungut sampah dan membersihkan lingkungan sekitar.
Kesadaran lingkungan memang tidak lahir dari spanduk atau pidato semata, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan bersama.
Di Taman Desa Batu Ampar, sejumlah pohon kemudian ditanam sebagai penanda komitmen terhadap masa depan yang lebih hijau.
Bersamaan dengan itu, bibit tanaman dan bak sampah terpilah diserahkan kepada masyarakat.
Langkah-langkah kecil seperti ini sering kali tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menjadi fondasi penting bagi desa yang ingin berkembang sebagai tujuan wisata.
Wisata yang baik bukan hanya menghadirkan pemandangan indah.
Wisata yang baik juga menghadirkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat bagi siapa pun yang datang.
Karena itulah pelatihan UMKM menjadi agenda penting berikutnya.
Di balai desa, masyarakat mendapatkan pembekalan untuk mengembangkan usaha lokal.
Produk yang baik, kemasan yang menarik, dan pelayanan yang ramah merupakan bagian dari pengalaman wisata yang sering kali tidak disadari, tetapi sangat menentukan kesan pengunjung.
Artikel Terkait
Pasrah, Warga Rela Kebun Kopi 30 Tahun Tergerus Akibat Lubang Raksasa Kian Membesar
Kopi Kojal binaan BI Kalbar, Tembus Pasar Global pada Perhelatan World of Coffee Bangkok 2026
Bisnis Kopi Susu Kekinian, Apakah Pasarnya di Pontianak Sudah Jenuh atau Masih Bisa Cuan?
Daripada Habis Buat Es Kopi Susu, Begini Cara Mulai Investasi Reksa Dana dan Saham Modal Rp10 Ribu Sambil Nongkrong di Pontianak
Gak Melulu Bisnis Kopi, 4 Lini Usaha Kreatif di Pontianak yang Lagi Ramai ‘Dikuliti# Anak Muda
Prof Gusti Hardiansyah Minta Audit Tata Niaga Sawit, Soroti Peran Loading Ramp dan Pengumpul