Sejumlah peserta konferensi disebut mulai curiga karena materi presentasi dinilai janggal dan poster penelitian yang di-submit hanya dicetak menggunakan kertas HVS ukuran A4.
Dalam klarifikasinya, Rifaldy mengakui konferensi ISPPD di Denmark hanya dihadiri oleh Prihantini. Ia juga mengakui telah mencatut nama sejumlah universitas tanpa izin dan menegaskan tidak ada keterkaitan langsung institusi tersebut dengan partisipasinya dalam konferensi.
Kasus ini masih menjadi perbincangan panas di media sosial karena dinilai dapat mencoreng reputasi Indonesia dalam dunia penelitian dan forum ilmiah internasional.***
Artikel Terkait
Taprof Lemhanas Minta Bappenas Diminta Lakukan Riset Prilaku Remaja, Mengapa?
Moeldoko Mendorong Percepatan Riset Kratom untuk Maksimalkan Potensi Ekonomi
Menuju Masa Depan Tata Kelola Niaga Kratom, Moeldoko Dorong BRIN Riset Komprehensif
Kerjasama Global untuk Pendidikan Berkelanjutan, Universitas San Agustin Dukung Riset Perubahan Iklim
T.O.P Eks BIGBANG Cerita Riset Mendalam untuk Peran Thanos di Squid Game 2
Unika San Agustin Jajaki Kolaborasi Riset Pertanian dengan UGM dan Prasetiya Mulya