OPINI: Stefanus Akim
PONTIANAK -- Musim yang diawali dengan optimisme besar justru berakhir dengan kekecewaan bagi Real Madrid.
Klub yang sejak awal diprediksi mampu bersaing di semua kompetisi harus menutup musim tanpa satu pun trofi.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Siapkan Regulasi Ramah Ekspor untuk Penangkar Arwana
Bagi tim yang menjadikan gelar juara sebagai standar, hasil ini tentu menjadi pukulan yang tidak ringan.
Status nirgelar bukan sekadar catatan statistik.
Di balik angka dan hasil pertandingan, ada jutaan pendukung yang sepanjang musim menaruh harapan besar pada skuad kesayangan mereka.
Harapan itu perlahan memudar seiring satu demi satu kesempatan meraih gelar menghilang.
Sebagai seorang Madridista, musim ini terasa berbeda.
Bukan karena Real Madrid tidak pernah mengalami kegagalan sebelumnya, melainkan karena ekspektasi yang begitu tinggi sejak awal musim.
Dengan deretan pemain bintang dan kualitas skuad yang mumpuni, banyak pendukung membayangkan musim penuh kejayaan.
Setiap pertandingan diikuti dengan optimisme, setiap kemenangan dianggap sebagai langkah menuju trofi berikutnya. Namun kenyataan di lapangan berjalan berbeda.
Baca Juga: Kecelakaan Truk Mill Bikin Jalan Bantul Putih Pekat
Satu demi satu target yang diharapkan akhirnya lepas dari genggaman.
Harapan yang semula begitu besar perlahan berubah menjadi rasa frustrasi.
Artikel Terkait
Real Madrid Bidik Martin Zubimendi untuk Gantikan Luka Modric, Catat Sejumlah Keunggulan Pemain Sociedad Itu
Saliba Dilirik Madrid, Ancaman bagi Arsenal untuk Pertahankan Bek Kunci
Prediksi Liverpool vs Real Madrid di Liga Champins, Mbappe Siap Ambil Alih Peran Vinicius
Prediksi Real Madrid vs Atalanta, Real Madrid Siap Bangkit di Liga Champions, Mbappe yakin Kalahkan Tim Inggris
Real Madrid Menang 4-2 atas Sevilla, Jesus Navas Terharu
Dari Legenda Lapangan ke Pelatih Madrid, Begini Kisah Sukses Xabi Alonso