PONTIANAKGLOBE.COM, MAKASSAR -- Seorang mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin berinisial PJT (19) ditemukan meninggal dunia di area kampus pada Senin (18/5/2026). Korban diketahui merupakan mahasiswi Departemen Arsitektur angkatan 2024.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar kawasan Fakultas Teknik Unhas. Korban ditemukan saat petang hari menjelang waktu Maghrib di area parkiran motor gedung Fakultas Teknik.
Baca Juga: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Buka Suara soal Mekanisme Baru Ekspor SDA
Usai kabar meninggalnya PJT mencuat, media sosial kembali ramai setelah beredar sebuah voice note yang diduga merupakan pesan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan dibagikan akun Instagram .
Dalam rekaman suara tersebut, terdengar seorang perempuan berbicara terbata-bata sambil meminta agar temannya datang ke lokasi parkiran belakang gedung Arsitektur.
“Kalau misalnya kamu dengar voice note ini, ada kemungkinan besar aku sudah tidak ada. Tolong temui aku di parkiran belakang gedung Arsi, karena mungkin saja aku bakal lompat, dan badanku tetap ada di sana,” ujar suara dalam rekaman tersebut.
“Mungkin kalau bisa telepon Tila buat bawa aku pulang gitu, enggak tau deh,” lanjut suara itu.
Dalam pesan yang sama, suara tersebut juga meminta agar tidak ada pihak lain yang disalahkan atas keputusan yang diambilnya.
“Yah intinya, banyak hal terjadi, dan keputusan untuk mengakhiri semua ini purely ada karena keinginanku sendiri,” ungkapnya.
“Tolong jangan menyalahkan diri kamu deh karena masalah ini dan makasih udah temenin aku sampai titik ini,” lanjutnya.
Pihak kampus melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan adanya mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di area kampus.
Ishaq juga menyebut voice note yang beredar sempat diterima teman korban sebelum akhirnya diteruskan kepada pihak keluarga.
“Sebelum kejadian tersebut, korban sempat mengirim pesan suara kepada temannya lainnya. Kemudian pesan suara itu diteruskan ke orang tuanya,” kata Ishaq pada Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: 9 WNI Relawan Gaza Resmi Dibebaskan dan Segera Pulang
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian korban. Meski muncul dugaan korban meninggal karena melompat dari gedung, polisi menyebut kondisi jasad tidak menunjukkan adanya luka benturan berat akibat jatuh dari ketinggian.
Artikel Terkait
Hampir Putus Sekolah, Raihan Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat Makassar
Dapur SPPG Panakkukang 02 Makassar Ditutup, Ratusan Siswa Kehilangan Akses MBG, Ternyata Ini Penyebab Penutupan
TASPEN Salurkan THR ke 3,2 Juta Pensiunan, Komisaris Pastikan Layanan di Makassar Prima
Daud Yordan Suntikkan Mental Juara ke Mahasiswa AKUB Pontianak
Wamenhut Ajak Mahasiswa Kehutanan Turun Langsung Selamatkan Hutan Indonesia
Ruang Artikula 1.0 Bongkar Hasil Belajar Mahasiswa Untan yang Jarang Diketahui Masyarakat