Komunitas Dominikan Awam di lingkungan rutan tersebut mengambil nama St. Margaret of Castello, seorang santa Dominikan yang sejak kecil mengalami penolakan karena keterbatasan fisiknya, namun tetap hidup dalam sukacita, doa, dan kasih kepada Tuhan.
Selain aktif dalam pembinaan rohani, komunitas ini juga secara rutin mengajak sesama penghuni rutan untuk berdoa Rosario bersama setiap sore di kapel rutan.
Perlahan, kebersamaan dalam doa menjadi ruang penghiburan dan sumber kekuatan bagi banyak penghuni rutan untuk menemukan kembali harapan hidup mereka.
Bagi Romo Andrei, kehadiran komunitas tersebut menjadi tanda bahwa karya belas kasih Tuhan tetap hidup di mana saja, termasuk di tempat yang sering dianggap paling gelap oleh dunia.
“Di balik tembok dan jeruji, rahmat Tuhan tetap bekerja. Selama manusia mau membuka hati, selalu ada kesempatan untuk memulai hidup yang baru,” pungkasnya.