Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok Saat Rapat Resmi

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Rabu, 20 Mei 2026 | 21:49 WIB
Menyoroti alasan menohok di balik skandal anggota DPRD Jember, Achmad Syahri main gim saat rapat. (Dok. Instagram.com/@jogjastudent)
Menyoroti alasan menohok di balik skandal anggota DPRD Jember, Achmad Syahri main gim saat rapat. (Dok. Instagram.com/@jogjastudent)

PONTIANAKGLOBE.COM, JEMBER -- Anggota Komisi D DPRD Jember, Achmad Syahri, kembali menjadi sorotan publik usai alasan di balik aksinya bermain gim saat rapat resmi terungkap. Sebelumnya, politisi dari Partai Gerindra itu viral setelah tertangkap kamera asyik bermain gim sambil memegang rokok ketika rapat berlangsung.

Insiden tersebut terjadi saat Komisi D DPRD Jember menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, serta perwakilan 15 puskesmas pada Senin (11/5/2026). 

Baca Juga: Produk Lokal Alduro Jadi Solusi Sampah Sekaligus Hunian Layak

Akibat tindakannya itu, Syahri mendapat sanksi teguran keras dari partainya. Namun, publik kembali dibuat heboh setelah alasan yang diungkap Syahri dinilai tak biasa. Ia mengaku khawatir “sapi virtual” di dalam permainan yang dimainkannya kelaparan.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, mengungkapkan pengakuan tersebut usai partainya melakukan evaluasi internal terhadap Syahri.

“Iya ketua, itu rapatnya mulai jam 10.00 pagi sampai jam 14.00 siang. Terus, jam 13.00 itu ‘saya lupa belum memberi makan sapi saya’,” tutur Hanan menirukan pengakuan Syahri.

“Maksudnya bukan sapi betulan, tapi sapi mainannya (virtual) Syahri di game,” lanjutnya.

Hanan menegaskan pejabat publik harus memprioritaskan kepentingan masyarakat dibanding aktivitas pribadi, termasuk bermain gim saat rapat berlangsung. Ia menyebut tindakan tersebut tidak pantas dilakukan dalam forum resmi yang membahas pelayanan publik.

“Kami melakukan evaluasi bersama agar ini tidak terjadi ke depan. Tidak ada ruang untuk kesalahan yang sama ke depan,” tegasnya.

“Kalau ada kesalahan lagi, tentu dengan sanksi lebih berat bisa sampai pemecatan,” sambung Hanan.

Secara terpisah, Syahri juga telah menyampaikan permintaan maaf usai menjalani sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra di Jakarta Selatan pada Jumat, 15 Mei 2026. Ia mengaku menyesal atas tindakannya yang dinilai tidak etis sebagai pejabat publik.

“Saya menyesal. Mungkin ada salah, saya mohon maaf,” kata Syahri kepada awak media.

Baca Juga: Gawai Dayak ke-40 Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Promosi Wisata Kalbar

Saat ditanya alasan dirinya bermain gim dan merokok di tengah rapat, Syahri mengaku hanya khilaf. “Khilaf aja saya sebagai manusia biasa,” ujarnya.

Syahri juga memastikan tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari. “Ya sudah saya cukup menyesal sekali, menyesal sekali berbuat seperti itu dan tidak akan mengulangi,” tandasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X