PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Produk atap ramah lingkungan milik PT Sirkular Karya Indonesia bernama Alduro digunakan dalam program bedah rumah yang digelar Pemerintah Kota Yogyakarta. Program tersebut berlangsung pada Minggu (17/5/2026) dan dipantau langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Program bedah rumah kali ini diberikan kepada Dwi Wulandari di kawasan Pandeyan, Umbulharjo dan Emiliana Budi Winarti di Ngampilan. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hunian yang lebih layak sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Baca Juga: Gawai Dayak ke-40 Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Promosi Wisata Kalbar
“Rumah yang layak akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu program seperti ini akan terus kita dorong melalui kolaborasi berbagai pihak,” ujar Hasto.
Renovasi rumah tersebut menggunakan atap berbahan daur ulang limbah plastik yang dikenal dengan nama Alduro. Materialnya berasal dari sampah rumah tangga seperti botol plastik, kemasan minuman, hingga bungkus saset yang diolah kembali menjadi bahan bangunan.
Meski berasal dari limbah daur ulang, Hasto memastikan kualitas produk tersebut telah teruji dan aman digunakan. “Ini bukan barang murahan atau kualitas rendah. Justru sudah melalui proses pengujian dan kualitasnya bagus. Bahkan ada garansi sampai 10 tahun,” lanjutnya.
Dalam program ini, PT JOS diketahui membeli produk Alduro dari PT SKI sebagai produsen atap berbahan olahan sampah plastik. Perwakilan PT JOS, Prima Kurniawan, menyebut material tersebut telah melewati berbagai tahapan pengujian ketahanan dan kualitas.
“Material ini sudah diuji dan terverifikasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitasnya,” jelas Prima.
Selain dikenal kuat dan tahan lama, atap Alduro juga diklaim tahan terhadap cuaca ekstrem serta tidak mudah pecah atau retak. Produk ini juga disebut mampu meredam panas dan mengurangi suara bising saat hujan sehingga membuat suhu rumah lebih nyaman.
Sebelumnya, Direktur Utama PT SKI, Sugiarto Romerli, menjelaskan bahwa Alduro dibuat dari limbah plastik saset yang kerap ditemukan di lingkungan sekitar.
“Untuk Alduro ini memang sampah-sampah yang sering kita temui sehari-hari, sampah plastik yang mengandung berbagai macam jenis tipe material, ditempel jadi satu. Itu adalah yang biasa kita ketemui dalam bentuk saset,” ujarnya dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) pada Februari 2026 lalu.
Baca Juga: 3 Jurnalis RI Hilang Kontak Usai Misi Kemanusiaan ke Gaza
Menurutnya, inovasi tersebut dihadirkan sebagai solusi pengolahan sampah yang selama ini menjadi ancaman lingkungan. “Sampah ini mengganggu lingkungan, kalau dia masuk ke waterway atau sungai, endingnya ke laut, itu sangat berbahaya untuk ekosistem,” tambahnya.
Selain mendukung pengurangan limbah plastik, atap Alduro juga disebut memiliki harga yang relatif ekonomis sehingga bisa menjadi alternatif bahan bangunan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.***
Artikel Terkait
Sengatan Listrik saat Perbaiki Atap Gudang Sawmil, Pekerja Bangunan di Kubu Raya Meninggal Dunia
Bertahan di Atap Rumah Saat Banjir, Warga Aceh Tamiang Cerita Detik Paling Menegangkan
Wartawan Dapat Apresiasi Promedia Group, Rumah Kini Lebih Layak Huni
Program Ganti Atap Promedia Ubah Hunian Wartawan Jadi Lebih Layak
Menegangkan! Balita 2 Tahun Terjebak di Atap Rumah di Lombok
Atap Daur Ulang Diklaim Tahan 10 Tahun, Fakta atau Klaim Berlebihan?