Menu Pangsit Isi Tahu Diduga Jadi Pemicu Keracunan MBG Terhadap 252 Siswa di Jaktim

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 10 Mei 2026 | 12:57 WIB
Kasus keracunan MBG pada 252 siswa di Jakarta Timur. (Dok. Threads/bonitasyachputri)
Kasus keracunan MBG pada 252 siswa di Jakarta Timur. (Dok. Threads/bonitasyachputri)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA TIMUR -- Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur. Dalam insiden terbaru ini, sebanyak 252 siswa dari sejumlah sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG yang dibagikan pada Jumat (8/5/2026).

Kasus tersebut viral di media sosial setelah salah satu orang tua siswa mengunggah keluhan melalui platform Threads.

Baca Juga: XLSMART for BUSINESS Perkuat Peran sebagai Digital Ecosystem Enabler, Siap Replikasi Smart City ke Berbagai Daerah

Akun bernama @bonitasyachputri mengaku anaknya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang 15.

“Sekolahan anak saya SDN 03 Ujung Menteng Jaktim keracunan MBG pada hari Jumat, 8 Mei 2026, gimana ini pihak SPPG Pulogebang 15? Bisa tanggung jawab gak?” tulis akun tersebut dalam unggahannya yang dikutip Minggu, 10 Mei 2026.

Dalam unggahan itu, akun tersebut juga menandai akun Instagram Partai Gerindra dan Gubernur Jakarta Pramono Anung agar kasus tersebut diusut lebih lanjut.

Selain itu, diunggah pula video sejumlah siswa yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit serta foto menu MBG yang dibagikan hari itu.

Menu yang diberikan diketahui terdiri dari jamur crispy, pangsit isi tahu, bakmi Jawa, ayam suwir, tumis tauge lengkap dengan timun dan tomat, serta buah semangka.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan dugaan sementara sumber keracunan berasal dari menu pangsit isi tahu.

Menurut Ani, makanan tersebut diduga sudah mengalami perubahan rasa saat dikonsumsi para siswa.

“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa,” kata Ani kepada awak media.

Ani menjelaskan dari total 252 siswa yang melaporkan gejala keracunan, sebanyak 188 siswa telah mengakses fasilitas kesehatan.

“Yang mengakses faskes sejumlah 188 dan yang dirawat hingga Sabtu ada 26 (orang),” jelasnya.

Korban diketahui berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya RA Al Latifiyah, SD Negeri Cakung Timur 01, SD Negeri Ujung Menteng 02 dan 03, MI Al Adawiyah, MI Al Wathoniyah, hingga MTs Al Adawiyah.

Para siswa yang mengalami gejala lebih serius dirujuk ke beberapa rumah sakit seperti RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, dan RS Pekerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X